Bermodus Jastip, Warga Jambi Ditipu Senilai Rp78 Juta

AKBP Reza Khomeini S.I.K Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi di dampingi PLH. Kasubbid Penmas Polda Jambi Kompol M. Amin Nasution saat menunjukkan barang bukti.
AKBP Reza Khomeini S.I.K Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi di dampingi PLH. Kasubbid Penmas Polda Jambi Kompol M. Amin Nasution saat menunjukkan barang bukti.Foto: Bid Humas Polda Jambi

JAMBI, Jambiseru.com – Sepasang suami istri (Pasutri) yang tinggal di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur akhirnya ditangkap Tim Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi.

Mereka ditangkap karena terlibat kejahatan, dengan modus jasa titipan (Jastip).

Kedua tersangka adalah Arisa (23) dan Ronaldo (21). Pelaku berhasil menipu salah satu warga Jambi dengan senilai Rp78 juta.

Bacaan Lainnya

Peristiwa ini berawal, saat korban yang bernama Kiki Fatmawaty tertarik dengan akun instagram tersangka “Ryan.hhf”.

Di mana akun itu, ada keterangan Jastip dan Preloved Termurah. Lalu korhan mulai berkomunikasi dengan kedua tersangka lewat akun Instagram.

Saat itu, korban mulai memesan jilbab dan tas dengan nilai total Rp78 juta. Uang itupun ditransfer secara bertahap ke rekening tersangka.

“Setelah uang dikirim, barang ternyata tidak kunjung datang,” kata Kasubdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Reza Khomeini di Polda Jambi, Rabu (6/3/2024).

Korban yang merasa tertipu, kemudian melaporkan kejadian ini ke Polda Jambi. Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi kemudian melakukan penyelidikan.

Setelah ditelusuri, akhirnya didapati bahwa kedua tersangka berada di Kabupatean Paser, Provinsi Kalimantan Timur.

Tim kemudian langsung berkoordinasi dengan Resmob Polda Kaltim dan Resmob Polsek Long Ikis untuk mengejar tersangka.

“Kedua tersangka akhirnya ditangkap di rumah neneknya dan akhirnya kita amankan di Polda Jambi,” kata AKBP Reza.

Lanjut AKBP Reza, keduanya ditangkap di Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada 22 Februari 2024 lalu sekitar pukul 17.00 WITA.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka bakal dijerat dengan Pasal 35 jo Pasal 51 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang ITE, dan atau Pasal 378 KHUPidana Jo Pasal 56 ayat (2) KUHPidana,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, AKBP Reza juga mengimbau warga Jambi agar tidak mudah tergiur dengan hal-hal tersebut. (fok)

Pos terkait