Tajuk Rencana : Dari Omnibus, Gisel Sampai Petamburan

  • Whatsapp
Beredar video syur mirip Gisel. (Ist)
Beredar video syur mirip Gisel. (Ist)

Tajuk Rencana Jambi Seru

Sebulan terakhir, Indonesia mengalami berbagai fenomena yang perlu menjadi catatan sejarah bangsa ini. Dimulai dari omnibus law, video syur mirip Gisel sampai acara akbar Habib Rizieq Shihab di Petamburan Jakarta.

Bacaan Lainnya

Tiga rangkaian kejadian besar ini semuanya menyedot perhatian masyarakat.

Dimulai dari Omnibus Law. Undang-undang yang memuat aturan ketenagakerjaan ini, begitu disahkan, langsung mendapat penolakan dahsyat masyarakat.

Isi undang-undang cipta kerja itu, dinilai merugikan para pekerja. Akhirnya demo besar-besaran terjadi di ibukota negara, Jakarta, dan ibukota-ibukota se Indonesia.

Mahasiswa, buruh dan elemen organisasi kemasyarakata, bahu membahu menyuarakan penolakan atas disahkannya undang-undang Cipta Kerja tersebut. Insiden-insiden selama demo mewarna pergerakan massa. Namun, belum memuncak, tiba-tiba muncul kasus baru yang bisa dikategorikan “ringan” tapi “seksi”.

Ringan karena bobotnya kurang, seksi karena sangat menarik perhatian masyarakat.

Viral video syur mirip Gisel berdurasi 19 detik. Kala itu, media sosial Twitter, ramai-ramai dikunjungi masyarakat karena ingin tahu seperti apa video yang jadi perbincangan hangat di hampir seluruh penjuru tanah air ini.

Video syur mirip arti Gisel itu menyebar dan tak terkendali. Lalu polisi bertindak. Dengan cepat penyebar video syur mirip Gisel mantan istri Gading Martin tersebut ditahan. Dua pelaku mengaku sengaja menyebar karena motif untuk ikut Give Away.

Baca Tajuk Rencana Jambi Seru Lain : Covid-19, PetroChina dan Idul Adha

Tetapi polisi tak mau berhenti di situ. Penyebar pertama dan pelaku di dalam video syur yang menghebohkan masyarakat itu, masih terus diselidiki hingga saat ini.

Menariknya, hampir di waktu bersamaan, muncul lagi video syur mirip artis Jessica Iskandar atau biasa dipanggil Jedar.

Meski tak terlalu menghebohkan dibanding video syur mirip Gisel, video ini mampu mengalihkan masyarakat dari video pertama dan, tentu saja, undang-undang omnibus law.

Perhatian publik terhadap undang-undang ciptaker teralihkan secara otomatis. Orang-orang mulai jarang membicarakan undang-undang itu di warung-warung kopi setempat. Malah, kemunculan foto syur mirip Anya Geraldine, makin menggerus isu undang-undang ciptaker ini.

Tak sampai di situ. Perhatian masyarakat makin teralihkan lagi ketika Habib Rizieq Shihab (HRS) pulang ke tanah air. Acara-acara di Petamburan, markas Front Pembela Islam (FPI), menjadi pusat keramaian baru.

HRS dielu-elukan massa. Bahkan, acara pernikahan anaknya, Syarifah Najwa Shihab, dihadiri massa dan banyak tokoh penting.

Eh, pesta belum selesai, gendang masih berbunyi. Malah makin keras.

Pasca pesta itu, dua Kapolda dicopot dari jabatannya. Alasan pencopotan karena tak tegas dalam menertibkan keramaian sesuai protokol kesehatan di masa pandemi.

Esoknya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan HRS sekeluarga turut diperiksa atas keramaian di Petamburan itu. Kedua-duanya lepas dari jerat undang-undang prokes pandemi.

Sudah, cukup?

Belum.

Harus juga masuk ke catatan sejarah, setelah itu, atribut HRS dan FPI di Petamburan diberangus. Diturunkan secara paksa. Dan FPI, terancam ditutup dengan begitu hebatnya.

Sampai hari ini, sorotan publik terfokus kepada aksi memberangus atribut HRS itu.

Tiga rangkaian ini perlu masuk ke catatan sejarah Indonesia. Bagaimana kami, rakyat Indonesia, sedang belajar seperti apa sebenarnya demokrasi itu?

Merdeka tak merdeka, demokrasi adalah pilihan tepat bagi kita semua. Yang perlu kita lakukan adalah, sama-sama berdoa agar demokrasi kita cepat dewasa.(*) 

Pos terkait