Opini Musri Nauli : Intong

perjalanan betuah (42)
Musri Nauli. (Ist)

Jambi Seru – Ketika mendengarkan kata “intong” seketika ingatanku melayang kosakata Bahasa Melayu Jambi.

Di beberapa tempat, kata “intong” lebih tepat diungkapkan kekesalan ataupun menunjukkan kejengkelan.

Namun kata “intong” sebenarnya bukanlah umpatan, makian ataupun cacian.

Bacaan Lainnya

Kata Intong dapat diartikan sebagai kosakata Bahasa Melayu Jambi yang dapat diartikan sebagai “bebal”, dungu bahkan bodohnya sangat keterlaluan.

Berbeda dengan bodoh yang sering dilekatkan kepada orang yang Susah mengerti ataupun menerima pelajaran, namun kata intong lebih tepat ditujukan kepada orang yang menampakkan kedunguan, ketololannya ataupun kebodohannya namun keras kepala.

Ketika seseorang kemudian mengucapkan kata intong selain menunjukkan kemarahan tanggapan terhadap sang lawan bicara sekaligus menunjukkan sang lawan bicara sudahlah bodoh keras kepala.

Kata intong lebih mirip dengan babal.

Babal berbeda dengan bebal. Bebal mungkin lebih tepat ditujukan orang yang lambat mengerti. Tapi Masih mau Belajar. Walaupun pelan-pelan menerima pelajarannya.

Namun intong ataupun babal sekalian tidak menerima penjelasan dari penutur namun menunjukkan keras kepala. Sekaligus tidak mau menerima penjelasan apapun.

Mungkin kata intong atau babal lebih tepat dipadankan dengan kata dablag dalam bahasa Jawa. (*)

Advokat. Tinggal di Jambi

Pos terkait

banner pln