Opini Musri Nauli : The Bank Job

Opini Musri Nauli : Internet Gratis
Musri Nauli. Foto : Istimewa

Jambi Seru – Kadangkala untuk mengembalikan sekaligus “refresh” otak yang sudah mumet, menonton Hollywood salah satu pilihan.

Film-film aksi kriminal sekaligus action yang tidak berhenti di setiap adegan adalah film-film favorit. Selain berangkat dari Kisah Nyata (True Story) yang berangkat dari novel-novel legendaris, cara kemasannya cukup ciamik.

Film-film bertema perampokan di Bank adalah film-film yang memadukan kecerdasan para pelaku sekaligus kerasiolan alur cerita menjadi “bumbu” yang terlalu sayang dilewatkan.

Bacaan Lainnya

Dari berbagai data, Film-film yang bertema perampokan di Bank adalah Heat [1995], Dog Day Afternoon [1975], Bonnie and Clyde [1967], Hell or High Water [2016], Baby Driver [2017], Inside Man [2006], The Town [2010], The Getaway [1972], Point Break [1991], Now You See Me [2013), The Bank Job [2008], 12. Out of Sight [1998], The Lookout [2007], Public Enemies [2009], The Thomas Crown Affair [1968], Den of Thieves [2018], Set it Off [1996], Going in Style [2017], Triple 9 [2016] dan Takers [2010]

Jason Statham (Terry) hanyalah pencuri Kecil yang terdesak ekonomi. Kemudian bersama-sama dengan teman-temannya, salah satu Martine Love (Saffron Burrows) datang menawarkan sebuah ‘pekerjaan’ buat Terry. Martine ingin Terry merancang sebuah perampokan bank di Baker Street London.

Terry pula yang kemudian menghubungi beberapa temannya. Diantaranya Dave Shilling (Daniel Mays) dan Kevin Swain (Stephen Campbell Moore).

Mereka kemudian menyusun rencana matang untuk membobol lemari besi bank itu. Dengan memulai perencanaan menggali terowongan untuk menembus lantai lemari besi bank tersebut.

Sebenarnya kisah ini berakhir ketika mereka berhasil membobol lantai lemari besi bank. Mereka menikmati hasil rampokkan di Bank.

Namun justru kisah malah baru dimulai. Bukan berhadapan dengan kecurigaan dari Kepolisian. Namun malah terlibat dengan berbagai mafia termasuk orang Penting yang dokumen tersimpan di lemari besi bank dan kemudian dicuri.

Beberapa teman Terry malah harus meregang nyawa. Terry kemudian menyadari. Ada dokumen penting yang tersimpan di Bank yang mereka kuasai.

Namun begitu banyak “rahasia” yang tersimpan didalam dokumen yang disimpan di lemari besi Bank. Termasuk politisi, geng mafia hingga pejabat Penting Kepolisian Inggeris yang menerima setoran dari “dana gelap”.

Namun Terry harus menyelamatkan diri. Termasuk juga menyelamatkan teman-teman yang tersisa dari ancaman pembunuhan.

Terry harus cerdik. Kepada siapa dokumen Penting ini diserahkan.

Banyaknya polisi Inggeris yang menerima setoran ““dana gelap” membuat ragu Terry untuk menyerahkan dokumen.

Sementara berbagai teman kemudian ditemukan terbunuh.

Setelah melihat tayangan langsung (live di TV) dan melihat upaya serius untuk membongkar pencurian di Bank, Terry melihat nama Komandan Polisi yang menjadi tim penyelidikan.

Diapun kemudian melihat daftar nama-nama dan Ternyata komandan Polisi tidak termasuk daftar “Polisi yang menerima setoran” dari “dana gelap”.

Terrypun yakin. Masih ada polisi yang jujur dan tidak terlibat dari mafia yang ada di kota London.

Dengan “bernegosiasi” agar kasus “keterlibatan orang Penting” dapat dibongkar sekaligus meraih prestasi dari komandan Polisi dan “menghapuskan” keterlibatan pencuri yang dilakukan oleh Terry dan kawan-kawan, negosiasipun berlangsung.

Sebagai film berangkat dari Novel, cerita Perampokan dikenal dari kisah nyata perampokan Baker Street tahun 1971 di pusat kota London.

Dengan distributor Lionsgate dan Paramount Pictures, Film ini berhasil meraup keuntungan US$ 66 juta.

Tentu saja akhir film ini tidak mudah ditebak.

Apakah Terry berhasil “menyerahkan dokumen” keterlibatan orang Penting sekaligus melepaskan teman-teman dari ancaman kematian ? (*)

Advokat. Tinggal di Jambi

Pos terkait

banner pln