Di Batanghari 80 Orang Masuk Kategori ODP

  • Whatsapp
Rapat Komisi I DPRD, Dinas Kesehatan dan pihak RSUD Hamba Muara Bulian Kabupaten Batanghari. Foto: Rizki/Jambiseru.com
Rapat Komisi I DPRD, Dinas Kesehatan dan pihak RSUD Hamba Muara Bulian Kabupaten Batanghari. Foto: Rizki/Jambiseru.com

Di Batanghari 80 Orang Masuk Kategori ODP

Jambi – Menanggapi musibah Covid 19 atau virus Corona yang sudah mewabah secara luas hampir di seluruh Indonesia, Komisi I DPRD Kabupaten Batanghari melakukan hearing dengan Dinas Kesehatan dan pihak RSUD Hamba Muara Bulian untuk mencari langkah-langkah menghadapi hal tersebut.

Dalam hearing tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batanghari, dr.Elfie Yennie mengatakan Pemkab Batanghari sudah menetapkan sebagai daerah tanggap darurat pada 17 Maret 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Satgas Jambi Sembunyikan Identitas Pasien Positif Corona, Warga Kian Cemas

“Dan pada 18 Maret 2020 juga sudah membentuk Tim Tanggap darurat penanggulangan Covid 19 atau virus Corona oleh BPBD Batanghari,” kata Kadinkes Batanghari dr. Elfie Yennie, Senin (23/3/2020).

Dilanjutkan Elfie, berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Dinkes Batanghari dan Rumah Sakit Hamba Muara Bulian, saat ini sudah terdapat puluhan orang yang masuk dalam daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan di update setiap satu hari sekali.

“Untuk jumlah pastinya ada 80 orang yang dinyatakan ODP berdasarkan data yang kita terima, dan penyebabnya mereka baru pulang dari berpergian dari luar daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Hamba Muara Bulian, Hermina menyatakan kesiapan RSUD Hamba sebagai salah satu rumah sakit rujukan terhadap pasien virus Corona di Provinsi Jambi.

“Kita menjadi salah satu dari lima rumah sakit rujukan untuk menangani pasien ODP dan PDP. Untuk peralatan dan tenaga medis insya Allah kita siap,” kata Dirut RSUD Hamba Muara Bulian, Hermina.

Baca Juga : Kasus Pertama Positif Corona di Jambi, Dikabarkan Warga Tebo

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Batanghari, Adison Meminta kepada pihak Pemerintah untuk segera melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum.

“Kami meminta untuk segera melakukan penyemprotan tersebut, seperti di pasar, masjid dan kantor-kantor untuk mencegah penyebaran virus Corona tersebut di tengah masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten, Adison. (riz)

Pos terkait