JAMBI, Jambiseru.com – Ada kalanya sebuah serial hadir dengan premis yang begitu gila hingga membuat kita penasaran. Itulah yang saya rasakan saat mulai menonton Hell University. Sekilas judulnya terdengar seperti drama kampus biasa dengan sentuhan horor. Namun setelah beberapa episode, saya menyadari bahwa serial ini jauh lebih liar daripada yang saya bayangkan.
Bayangkan sebuah universitas yang menawarkan pendidikan gratis, makanan gratis, dan kehidupan kampus yang tampak sempurna. Namun setiap malam, seluruh aturan moral menghilang dan siapa pun bisa menjadi korban berikutnya.
Konsep tersebut langsung mengingatkan saya pada film The Purge. Bedanya, kali ini semuanya terjadi di lingkungan kampus yang seharusnya menjadi tempat belajar dan membangun masa depan.
Premis yang Mengerikan tetapi Menarik
Cerita berpusat pada Zein Shion dan teman-temannya yang tanpa sengaja masuk ke Hell University.
Awalnya mereka mengira kampus itu adalah kesempatan emas untuk mengubah hidup. Tidak ada biaya kuliah, tidak ada biaya makan, dan semua kebutuhan mahasiswa dipenuhi. Namun mereka segera mengetahui bahwa kampus tersebut memiliki aturan mengerikan bernama Bloody Night. Setiap malam dari pukul tujuh malam hingga lima pagi, seluruh tindakan kekerasan diperbolehkan, termasuk pembunuhan.
Dari sinilah ketegangan dimulai.
Tidak ada tempat yang benar-benar aman. Tidak ada jaminan seseorang akan hidup hingga pagi hari berikutnya.
Atmosfer Dark Academia yang Kuat
Salah satu hal yang paling saya sukai dari Hell University adalah visualnya.
Serial ini menggunakan latar kampus tua yang terlihat megah sekaligus menyeramkan. Lorong-lorong gelap, ruang kelas kosong, dan bangunan bergaya klasik menciptakan nuansa dark academia yang sangat kuat. Produksi bahkan memanfaatkan bangunan terbengkalai yang direnovasi khusus untuk menciptakan dunia Hell University.
Hasilnya adalah suasana yang membuat penonton selalu merasa tidak nyaman.
Bahkan ketika tidak ada adegan horor, rasa ancaman tetap terasa di setiap sudut kampus.
Karakter yang Mudah Diikuti
Heart Ryan memerankan Zein Shion, karakter utama yang berusaha melindungi teman-temannya di tengah kekacauan kampus tersebut.
Saya menyukai Zein karena ia bukan sosok pahlawan super. Ia sering takut, sering ragu, dan sering membuat kesalahan. Namun justru karena itu karakternya terasa manusiawi.
Di sisi lain ada Ace Craige yang diperankan Zeke Polina.
Ace adalah pemimpin organisasi mahasiswa paling berkuasa di kampus. Ia tenang, misterius, dan terlihat menyimpan banyak rahasia. Hubungan antara Zein dan Ace menjadi salah satu elemen yang membuat cerita semakin menarik.
Geng-Geng Kampus yang Lebih Mirip Organisasi Kriminal
Biasanya drama kampus menghadirkan klub olahraga atau organisasi mahasiswa.
Hell University memilih pendekatan yang jauh lebih ekstrem.
Berbagai geng menguasai wilayah kampus layaknya kelompok kriminal. Masing-masing memiliki aturan, pemimpin, dan cara bertahan hidup sendiri. Konflik antargeng menjadi salah satu sumber ketegangan terbesar sepanjang serial.
Hal ini membuat kampus terasa seperti dunia kecil yang terpisah dari masyarakat normal.
Horor yang Lebih Mengandalkan Ketegangan
Meskipun dikategorikan sebagai serial horor, Hell University tidak hanya mengandalkan jumpscare.
Ketakutan utama berasal dari situasi yang dihadapi para karakter. Penonton terus dibuat bertanya siapa yang bisa dipercaya dan siapa yang akan mengkhianati mereka demi bertahan hidup.
Ketidakpastian itulah yang membuat serial ini sulit berhenti ditonton.
Tentang Kekuasaan dan Bertahan Hidup
Di balik horor dan misterinya, Hell University sebenarnya berbicara tentang kekuasaan.
Kampus tersebut menjadi simbol dunia yang tidak adil. Mereka yang memiliki kekuatan menentukan aturan, sementara yang lemah hanya bisa berusaha bertahan hidup.
Pesan sosial seperti ini membuat cerita terasa lebih dalam dibanding sekadar tontonan horor biasa.
Daftar Aktor dan Peran Mereka
* Heart Ryan sebagai Zein Shion
* Zeke Polina sebagai Ace Craige
* Lance Carr sebagai Raze Silvenia
* Aubrey Caraan sebagai Samantha Shion
* Andrea Del Rosario sebagai Madam Violet
* Andre Yllana sebagai Matthew Hart
* Jastine Lim sebagai Vanessa Savagge
* Derick Ong sebagai Dave Silver
Sutradara, Produksi, dan Tahun Rilis
* Judul: Hell University
* Sutradara: Bobby Bonifacio Jr.
* Produksi: Studio Viva dan Webtoon Productions
* Genre: Mystery, Thriller, Horror, Dark Academia
* Jumlah Episode: 18 Episode
* Tahun Rilis: 2026
* Platform: Viva One
Platform Streaming
Serial ini tersedia secara eksklusif melalui:
Penilaian Akhir
Hell University bukan serial untuk penonton yang mencari drama kampus ringan. Ini adalah kombinasi horor, thriller, misteri, romansa, dan survival yang dibungkus dalam atmosfer dark academia yang sangat menarik.
Kekuatan utamanya terletak pada premis yang berani, dunia yang unik, dan ketegangan yang terus meningkat dari episode ke episode. Meski beberapa bagian terasa berlebihan, justru itulah yang membuat serial ini berbeda dari kebanyakan drama remaja Filipina.
Bagi penggemar The Purge, Alice in Borderland, All of Us Are Dead, atau Duty After School, Hell University menawarkan pengalaman yang serupa namun dengan identitasnya sendiri.
Nilai: 8,9/10
Aktor dan Peran
* Heart Ryan — Zein Shion
* Zeke Polina — Ace Craige
* Lance Carr — Raze Silvenia
* Aubrey Caraan — Samantha Shion
* Andrea Del Rosario — Madam Violet
Tahun Rilis dan Platform
* Tahun Rilis: 2026
* Jumlah Episode: 18
* Streaming: Viva One
(gie/berbagai sumber)












