Soal Pajak Pulsa dan Token Listrik, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani

  • Whatsapp
soal pajak pulsa
Sri mulyani. (Ist)

Jambiseru.com – Informasi soal rencana pemungutan pajak pulsa ponsel dan token listrik, langsung mendapat respon dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia bahkan panjang lebar menjelaskan wacana yang mulai meresahkan masyarakat Indonesia itu, via akun instagramnya @smindrawati.

Berikut penjelasan Menkeu Sri Mulyani soal pajak pulsa atau kartu perdana, token listrik dan voucher ditulis di akun instagramnya:

PENJELASAN MENGENAI BERITA PEMAJAKAN ATAS PULSA/KARTU PERDANA, TOKEN LISTRIK DAN VOUCER.
(PMK 06/PMK.03/2021)

1. Ketentuan tersebut TIDAK BERPENGARUH TERHADAP HARGA PULSA /KARTU PERDANA, TOKEN LISTRIK DAN VOUCER.

2. Selama ini PPN dan PPh atas pulsa/kartu perdana, token listrik, dan voucer SUDAH BERJALAN. JADI TIDAK ADA PUNGUTAN PAJAK BARU UNTUK PULSA, TOKEN LISTRIK DAN VOUCER.

3. Ketentuan tersebut BERTUJUAN MENYEDERHANAKAN PENGENAAN PPN DAN PPH atas pulsa/kartu perdana, Token listrik dan Voucer, dan untuk MEMBERIKAN KEPASTIAN HUKUM.

PENYEDERHANAAN PENGENAAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

1. PEMUNGUTAN PPN

a. Pulsa/kartu perdana
Dilakukan penyederhanaan pemungutan PPN, sebatas sampai pada distributor tingkat II (server).

SEHINGGA DISTRIBUTOR TINGKAT PENGECER YANG MENJUAL KEPADA KONSUMEN AKHIR TIDAK PERLU MEMUNGUT PPN LAGI.

b. Token Listrik
PPN TIDAK DIKENAKAN ATAS NILAI TOKEN, namun hanya dikenakan atas JASA PENJUALAN/KOMISI yang diterima agen penjual.

c. Voucer
PPN TIDAK DIKENAKAN ATAS NILAI VOUVER – karena Voucer adalah Alat pembayaran setara dengan uang. PPN hanya dikenakan atas JASA PENJUALAN/PEMASARAN berupa KOMISI atau selisih harga yang diperoleh agen penjual.

2. Pemungutan PPh Pasal 22 atas pembelian oleh distributor pulsa, dan PPh Pasal 23 atas jasa penjualan/pembayaran agen token listrik dan voucer MERUPAKAN PAJAK DIMUKA BAGI DISTRIBUTOR/AGEN YANG DAPAT DIKREDITKAN (dikurangkan) dalam SPT Tahunannya.

“Jadi, tidak benar ada pungutan pajak baru untuk pulsa, kartu perdana, token listrik dan voucher,” tulis Sri Mulyani di instagramnya, Sabtu (30/1/2021).

“Pajak yang Anda bayar juga kembali untuk rakyat dan pembangunan. Kalau jengkel sama korupsi, mari kita basmi bersama!,” tutupnya. (*)

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Abu Janda Dinilai PKB Rugikan dan Rusak Citra NU

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu, Kerusakan Belum Dilaporkan

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Ini Pemenang Proyek Normalisasi Kanal Purba Candi Muaro Jambi Rp 15 Miliar

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Pemenang Tik Tok Awards Indonesia 2020

Pos terkait