Tiga Pemerkosa Warga SAD Bakal Dihukum Mati

  • Whatsapp
Ilustrasi-Penjara
Ilustrasi. (ist)

Tiga Pemerkosa Warga SAD Bakal Dihukum Mati

JAMBISERU.COM – Tiga terpidana mati asal Jambi yang ditahan di lapas Nusa Kambangan, akan dibawa ke Jambi untuk dilakukan eksekusi pidana mati.

Bacaan Lainnya

Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, akan mengajukan anggaran baru untuk menjemput terpidana mati dari lapas Nusa Kambangan.

Pasalnya, di tahun 2019 Kejati Jambi kekurangan anggaran untuk melakukan eksekusi, dikarenakan biaya untuk membawa terpidana dari Nusa Kambangan ke Jambi cukup mahal.

Diketahui, ketiga terpidana yaitu, Syofian bin Azwar, Harun bin Ajis, dan Sargawi bin Sanusi, dengan kasus pemerkosaan dan pencurian disertai pembunuhan terhadap satu keluarga Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin, pada Desember 2000 silam.

Hal itu diungkapkan, Kajati Jambi, melalui Aspudum Kejati Jambi, Fajar Rudi Manurung, katanya, tiga terpidana mati yang berperkara di Merangin itu, direncanakan pihaknya pada 2019 mau dilakukan eksekusi.

Namun, pihaknya mendapatkan perintah untuk membawa terpidana mati ke Jambi untuk dilakukan eksekusi.

“Perkara yang di merangin, memang 2019 mau dieksekusi, Jaksa dari Kejari Merangin dan Kejati, sudah berangkat ke Nusa Kambangan, karena rencananya eksekusi di sana. Tapi Ada perintah bahwa sekarang eksekusi di daerah,” ujarnya, saat konferensi pers hari Bhakti Adhyaksa ke 60, Rabu (22/7/2020).

Kata Fajar, eksekusi terpidana mati saat ini sudah bisa dilakukan di daerah, sesuai dengan Locus Delictinya dan bertujuan untuk membuat efek jera.

“Di lihat dari locus delicti, di mana perkara itu terjadi, bertujuan untuk buat efek jera,” tandasnya.

Kata Fajar, “Dari tiga terpidana itu, secara umum sehat-sehat saja,” tambahnya.

Fajar menjelaskan, di akhir tahun 2019, saat akan melakukan eksekusi, pihaknya mengaku kekurangan anggaran, karena biaya untuk terpidana di bawa ke Jambi cukup mahal.

Sehingga, pihaknya akan mengajukan anggaran kembali untuk melakukan eksekusi.

“Diakhir 2019 kekurangan anggaran untuk melakukan eksekusi, karena biaya untuk membawa terpidana itu ke Jambi cukup mahal, belum lagi biaya eksekutor. Sehingga kita diminta mengajukan anggaran kembali untuk melakukan eksekusi,” tutupnya. (Yog)

Pos terkait