Heboh Rocky Gerung Ceramah di Acara Maulid Nabi: Iqra Bukan Kerja

Rocky Gerung
Video Rocky Gerung dalam kanal YouTube saat sedang ceramah di acara Maulid Nabi. (YouTube)

Jambi Seru – Bikin heboh. Video Rocky Gerung ceramah di acara Maulid Nabi menjadi sorotan publik. Padahal, pengamat politik tersebut merupakan non muslim. Diketahui, ia memberi ceramah saat menghadiri acara Maulid Nabi di daerah Pidi, Aceh.

Dengan berkopiah hitam, Rocky Gerung ceramah di acara Maulid Nabi dengan penuh semangat. Ia mengungkapkan, jika sebagai minoritas, dirinya merasa sangat nyaman. Karena lingkungan Islam sangat mengormati dan berkeadilan terhadap sesama umat manusia.

“Ini sesuatu dipasangkan (kopiah), saya akan mengingat jika saya pernah berada di sebuah komunitas yang mengembangkan akal pikiran sekaligus merawat keadilan,” kata Rocky Gerung di akun YouTube.

Bacaan Lainnya

Ditegaskan Rocky Gerung, jika nanti ada yang mempertanyakan masalah kopiah yang ia gunakan ini, maka orang tersebut hendaknya mengenal keadilan sosial dan kesetaraan dalam islam.

Dalam video tersebut, Rocky Gerung juga menyebutkan, jika Nabi Muhammad SAW telah mengenalkan perjanjian Madinah. Perjanjian tersebut isinya membicarakan soal kesetaraan manusia.

“Saya datang sebagai undangan persahabatan, bagaimana konstekstual kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam situasi saat ini. Gaya berfikir dari Nabi Muhammad sebagai negarawan sekaligus pemimpin dunia,” ujar Rocky.

Salah satu kepemimpinan Nabi Muhammad SAW terlihat dari bagaimana yang diucapkan sejak abad ke-6, menjadi risalah sosiologis Islam, dalam keadilan sosial, termasuk juga keadilan soal alam.

“Saat ini, orang (dunia) banyak yang mencari cerminan kepemimpinan berkeadilan sosial. Kapitalisme telah gagal, sosialisme berbahaya, orang sekarang berfikir pada dasarnya soal kesejahteraan sosial (dunia) yang perlu diterapkan,” terang ia.

Padahal Al-Quran sudah ideal menjadi cerminan bagaimana kehidupan bernegara. Hal itu diketahuinya, saat membaca filsuf islam. Di sana digambarkan bagaimana kepemimpinan nabi Muhammad SAW.

Rocky juga menyinggung makna jihad yang kerap disalah artikan oleh penguasa saat ini.

“Saya dengar dan mengucapkan dalil (jihad) tersebut. Perintah untuk jihad. Berjihad seperti mengucapkan kebaikan, menyelenggarakan kebaikan sehingga mengupayakan tidak makin melebar (banyak) kejahatan,” sebutnya.

Karena itu, Rocky menegaskan jika umat hendaknya lebih banyak merefleksi kembali kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

“Makanya, Iqra, Iqra, bukan kerja, kerja, kerja” celetuk Rocky.

Dia pun kembali menyinggung perjanjian Madinah yang menghormati kesetaraan manusia.

“Itu kenapa adanya perjuangan Aceh, Riau yang sebenarnya meminta kemerdekaan yunto keadilan. Jadi Anies Baswedan jangan dijegal, cari yang mampu menyaingi alam pikiran Anies,” tegas Rocky. (tra)

 

Pos terkait