Jambiseru.com — PT Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan kenaikan harga untuk dua jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Green 95. Penyesuaian tarif baru ini mulai berlaku efektif pada hari ini, Rabu (10/6/2026).
Melalui keterangan resminya pada Selasa (9/6), Pertamina merinci bahwa harga Pertamax (RON 92) melonjak dari yang semula Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah melalui proses evaluasi yang mengacu pada formula harga ketetapan pemerintah.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green diputuskan melalui koordinasi dengan pemerintah selaku regulator. Langkah ini mengikuti mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian,” ujar Roberth.
Ia menambahkan, kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi ini tetap mematuhi regulasi yang berlaku. Upaya ini juga dilakukan demi menjaga keberlanjutan pasokan energi dan kelancaran distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat luas.
Di samping adanya kenaikan pada kedua produk tersebut, Pertamina memastikan bahwa harga jenis BBM lainnya—baik yang subsidi maupun non-subsidi—tidak mengalami perubahan.
Masyarakat juga tidak perlu khawatir terkait ketersediaan stok di lapangan. Pertamina menjamin pasokan Pertamax series di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia dalam kondisi aman.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pembaruan harga ini, masyarakat dapat mengaksesnya melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, atau langsung lewat aplikasi MyPertamina.
Berikut adalah rincian lengkap harga BBM Pertamina pasca-penyesuaian tarif terbaru:
Pertamax (RON 92) Rp12.300/liter, naik menjadi Rp16.250/liter
Pertamax Green 95 (RON 95)Rp12.900/liter, naik menjadi Rp17.000/liter
Pertamax Turbo (RON 98)Rp20.750/liter, tetap Rp20.750/liter
Dexlite (CN 51)Rp23.000/liter, tetap Rp23.000/liter
Pertamina Dex (CN 53)Rp24.800/liter, tetap Rp24.800/liter
Pertalite (Subsidi)Rp10.000/liter tetap Rp10.000/liter
Biosolar (Subsidi)Rp6.800/liter, tetap Rp6.800/liter.
(ris)
sumber: cnnindonesia












