Habib Rizieq Shihab Mengaku Sempat Ragu Hadiri Reuni 212: Pembebasan Bersyarat Khawatir Dicabut

Reuni 212
Kegiatan Reuni 212 yang digelar di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah. (pikiran-rakyat.com)

Kemudian dikatakan Rizieq, pengacaranya menyarankan untuk memastikan terlebih dahulu apakah acara Reuni 212 tersebut berbentuk aksi atau murni kegiatan ibadah.

Rizieq kemudian mencari tahu kegiatan tersebut baik secara langsung kepada panitia acara hingga mengecek ke lokasi.

Mengapa demikian kata Rizieq, dirinya khawatir kehadirannya di acara Reuni 212 dapat membatalkan pembebasan bersyarat dirinya.

Bacaan Lainnya

“Kenapa masyarakat perlu tahu, status saya ini pembebasan bersyarat, nah pembebasan bersyarat tentu ada syaratnya tidak boleh saya langgar,” ujarnya.

Menurut Rizieq pembebasan bersyarat tersebut berlaku hingga 10 Juni 2024. Oleh karena itu dia khawatir jika melakukan pelanggaran dapat kembali ditangkap.

Dia pun menegaskan bahwa hal itu bukanlah bentuk ketakutan melainkan upaya agar menghindari persoalan demi bisa berdakwah.

“Ini strategi dakwah saya tidak bisa kumpul begini sama umat. Kalau demo ya kalian aja lah yang demo ga usah undang-undang saya tapi kalau bentuknya ibadah murni ibadah saya pertimbangkan,” ucapnya.

Rizieq pun berharap kepada peserta Reuni 212 dapat pulang dengan tertib kerumah masing-masing usai kegiatan.

“Saya minta tolong pulang dari sini yang tertib begitu ada keributan saya yang kena,” tuturnya.

Seperti diketahui Rizieq tengah menjalani masa percobaan pembebasan bersyarat hingga 10 Juni 2024.

Pembebasan bersyarat itu berkaitan dua tindak pidana yakni berdasarkan Pasal 93 UU 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Kedua terkait tindak pidana menyebarkan berita bohong berdasarkan Pasal 14 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.(tra)

Pos terkait