Rocky Candra Desak Kementerian ESDM Turun Tangan Atasi PETI di Jambi

Rocky Candra Desak Kementerian ESDM Turun Tangan Atasi PETI di Jambi
Rocky Candra Desak Kementerian ESDM Turun Tangan Atasi PETI di Jambi.Foto: Jambiseru.com

JAMBI, Jambiseru.com – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memakan korban. Lubang-lubang tambang ilegal yang tersebar di berbagai wilayah di Provinsi Jambi tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menjadi perangkap maut bagi rakyat kecil yang terpaksa mempertaruhkan nyawa demi bertahan hidup.

Anggota DPR RI Komisi XII dari Daerah Pemilihan Jambi, Rocky Candra menegaskan, PETI bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum, melainkan tragedi kemanusiaan yang nyata dan berulang.

“Di balik aktivitas PETI, ada rakyat yang dipaksa memilih antara dua kematian: mati tertimbun tanah di lubang tambang atau mati perlahan karena tidak punya sumber penghidupan,” kata Rocky Candra.

Menurutnya, banyak penambang ilegal bukan pelaku kriminal murni, melainkan korban keterbatasan lapangan kerja dan tekanan ekonomi yang berat. Kondisi ini, kata Rocky, menempatkan pemerintah daerah dalam dilema besar.

“Penertiban tambang ilegal adalah keharusan demi keselamatan jiwa dan kelestarian lingkungan. Tapi jika dilakukan tanpa solusi ekonomi alternatif, yang terjadi justru kemiskinan baru dan konflik sosial,” tegasnya.

Rocky mengkritik pendekatan penanganan PETI yang selama ini hanya mengandalkan razia dan penindakan hukum. Ia menilai pendekatan tersebut tidak menyentuh akar persoalan.

“PETI tidak akan selesai hanya dengan razia. Negara harus hadir secara utuh, bukan hanya dengan aparat, tetapi dengan jalan keluar ekonomi yang konkret bagi masyarakat,” katanya.

Ia pun mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk turun langsung dan mengambil peran strategis dalam penanggulangan PETI, termasuk melalui kebijakan pertambangan rakyat yang legal, pendampingan, serta penciptaan lapangan kerja alternatif.

“Tujuannya satu: jangan ada lagi nyawa melayang sia-sia, dan jangan ada rakyat yang ditinggalkan tanpa harapan,” tutup Rocky. (uda)

Pos terkait