Dampak Covid-19, Pembelian Hewan Kurban Lesu

  • Whatsapp
ilustrasi-virus-corona-covid-19
WHO resmi memberikan nama covid-19 untuk virus Corona baru dari Wuhan. (Shutterstock)

Dampak Covid-19, Pembelian Hewan Kurban Lesu

JAMBISERU.COM – Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sampai sekarang masih belum berakhir dan berdampak bagi sektor usaha.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Didampingi Utusan Polda Jambi, Tim Pemenangan Al Haris-Abdullah Sani Deklarasi Pilkada Damai 2020

Khususya, pedagang hewan kurban dalam menyambut Hari raya Idul Adha, yang jatuh pada Jumat (31/7/2020).

Biasanya, para peternak Sapi seblum menyambt Idul Adha, akan banjir orderan. Namun, dikarenakan dampak dari Covid-19 ini, usaha peternak Sapi menjadi lesu (sepi).

Hal ini dikeluhkan, Indra Suardi (63), warga Serma Ishak, Mayang Mangurai, Alam Barajo, Kota Jambi, yang sudah lebih 10 tahun berdagang hewan kurban. Dia mengaku, sejak pandemi Covid-19, kondisi bisnisnya sangat terasa.

“Dari sebelum puasa lalu, tidak boleh mengadakan kumpul-kumpul orang sehingga yang mau hajatan, seperti kekah, sunatan, nikahan atau hajatan lainya batal semua,” katanya, Minggu (12/7/2020).

Kata Indra, penurunan dari penjualan ternak sangat drastis. Dari sekarang penjualan kambing mungkin turun hingga 90 persen.

“Dikarena orang biasa kekah, sunatan dan nikahan sebelum puasa sudah nggak boleh mengadakan kegiatan keramaian,” ujarnya.

Menurutnya, mereka yang sudah terlanjur melempar undangan hajatannya terpaksa konsumsinya dibagikan ke warga atau ke anak yatim-piatu.

“Sedangkan, yang sudah terlanjur memberikan DP dibatalkan semua, karena gara-gara korona waktunya tidak tahu sampai kapan akan berakhir,” imbuhnya.

Sementara, untuk pembelian hewan sapi penurunannya hingga mencapai 50 persen.

“Dibandingkan tahun lalu, tahun ini pembelian hewan sapi penurunannya hingga mencapai 50 persen mas. Biasanya kumpulan RT, ibu majelis ta’lim, perusahaan atau kantor pesan banyak, sejak Covid-19 ini pembeliannya jadi berkurang,” akuinya.

Indra mengungkapkan, kalau mendekati Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, biasanya panitia ada pesan hewan kurban 8 ekor, sekarang jadi 4.

“Kalau mereka pesan 4 jadi 2 ekor, 6 jadi 3. Sekarang ada yang pesan satu dulu biasanya 4 sampai 5 ekor. Saat ini penurunan penjualan sapi kurban sampai 50 persen,” ungkapnya.

Melihat situasi ini, dirinya tidak tahu kedepannya apakah kondisi pesanan hewan kurban bakal menurun atau sebaliknya.

“Kita nggak tahu mendekati lebaran haji tahun ini, kalau tahun kemarin 260 ekor sapi, kambing 220 ekor. Sekarang kambing cuma pesan 40 ekor dan yang baru pesan sudah 2 orang. Biasanya kayak gini udah rebutan pesan,” tambahnya.

Untuk sekarang ini, kata Indra, lokasi ternaknya hanya ada sapi 85 ekor dan baru separuh yang terjual.

“Mudah-mudahan mendekati lebaran haji tercapai atau terjual. Untuk tahun ini bisa terjual 150 ekor itu juga sudah bagus,” tandasnya.

Baginya, dengan adanya pandemi Covid-19, dia tetap optimis dalam menyikapinya dan menyiapkan langkah-langkah yang perlu dilakukannya.

Baca Juga : Pilgub Jambi, Fachrori Dikabarkan Dapat Dukungan Demokrat

“Langkahnya step-by-step, kalau pesanan meningkat, kita tambah. Kalau ke sananya (mendekati lebaran haji) segitu saja, ya beginilah. Kita menjual yang ada,” tutupnya. (Yog)

Pos terkait