Sastrawan Jambi Dimas Agoes Pelaz Tutup Usia

Sastrawan Jambi Dimas Agoes Pelaz
Sastrawan Jambi Dimas Agoes Pelaz. (Ist)

Jambiseru.com – Berita duka datang dari dunia sastra di Provinsi Jambi. Dimas Agoes Pelaz (DAP), seorang penyair dan juga cerpenis Jambi, tutup usia hari ini, Senin (5/7/2021).

Dikabarkan, DAP menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat intensif sejak awal tahun 2021 ini.

Di kalangan seniman Jambi, Dimas Agoes Pelaz dikenal sebagai sosok yang baik dan mudah membaur. Ia mudah akrab baik dengan sesama orang tua maupun anak muda.

Bacaan Lainnya

Hari-harinya diisi dengan menelurkan sekian banyak karya. Mulai dari puisi hingga cerita-cerita pendek.

Salah satu buku DAP  berjudul Gado-gado 50. Buku ini diterbitkan tahun 2009 lalu dan masih tersimpan rapi di perpustakaan Jambi.

Selain seniman dan sastrawan, DAP juga seorang wartawan senior di Provinsi Jambi.

Selamat jalan, Bang Dimas… (*)

Sebagian Puisi Dimas Agoes Pelaz :

Malam-Malam Jazzy

Jazzy masihkah lagu berirama
Ketika sepi menjajah hati
Malam tidak sepenuh kita miliki
Dan keberuntungan bersembunyi disebalik gitar
Jazzy adakah syair yang layak kau nyanyikan
Selain kebimbangan demi kebimbangan
Cobalah tengok ada wajah asing
Menembus gelap
Ada tangan lain menanti jamah
Ada aku yang bertanya: Kenapa pertemuan menjadi

Kalidoni, Januari 2009

Berhembus

Angin berhembus ketika kita mengolah kata
Waktu mengalir tak terasa
Malam berganti dingin
Mengembun

Celoteh berbaur hati membuai
Orang-orang mengadu nasib
Dan cinta diperebutkan dalam taruhan sesaat

Kalidoni, Januari 2009

Biodata Dimas Agoes Pelaz :

Lahir di Kaki Gunung Merapi, Muntilan, Jawa Tengah. 24 Agustus 1960. Kini menetap di Jambi. Selain penyair dan jurnalis di sebuah stasiun televisi, juga berwiraswasta. Buku yang pernah diterbitkannya, antara lain Antologi Puisi Gunungan (1980 bersama anak-anak Insani), Sajak-Sajak Cinta (1992 bersama T. Wijaya), Girah (1993 bersama penyair-penyair Palembang), Aku Hari Ini (1997), Ketika Tonggak Meranti Menangis (1997). Bersama Teater Potlot mengaktori Lysisastra (1990), Wong-Wong (1991), Kursi (1992), Bonseras (1993-1994), Ikan Asin 50 Tahun Dalam Kaos Kaki (1995).

Source: Angsoduo.net (Network Jambiseru.com)

Pos terkait