Jeblok Sepanjang 2019, Tunggal Putri Indonesia akan Turun Level

Kabid Binpres PBSI yang juga Manajer Tim Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2019, Susy Susanti, ditemui di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (15/10) malam. [Suara.com/Arief Apriadi]
Kabid Binpres PBSI yang juga Manajer Tim Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2019, Susy Susanti, ditemui di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (15/10) malam. [Suara.com/Arief Apriadi]

Jeblok Sepanjang 2019, Tunggal Putri Indonesia akan Turun Level

JAMBISERU.COM – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti menjelaskan akan menurunkan level turnamen yang diikuti wakil tunggal putri Indonesia.

BACA JUGA : Olimpiade 2020 Semakin Dekat, Hendra / Ahsan Diminta Jaga Fisik

Bacaan Lainnya

Keputusan itu merupakan buntut dari buruknya penampilan Gregoria Mariska Tunjung dan kawan-kawan sepanjang kalender kompetisi 2019.

Gregoria yang sempat menembus peringkat 13 dunia pada pertengahan tahun, justru tampil inkonsisten dan kerap kali tersisih di babak awal turnamen.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, meraih tiket babak perempat final SEA Games 2019 usai mengalahkan Vu Thi Trang (Vietnam), Kamis (5/12). [Humas PBSI]
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, meraih tiket babak perempat final SEA Games 2019 usai mengalahkan Vu Thi Trang (Vietnam), Kamis (5/12). [Humas PBSI]

Kondisi itu membuat rangking peraih medali emas Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu melorot. Kini, Gregoria duduk di peringkat 24 dunia.

Sementara hal yang sama juga dialami Fitriani. Setelah menjuarai ajang Thailand Masters 2019, tunggal putri 20 tahun itu tampil buruk hampir sepanjang tahun hingga terdampar diperingkat 28 dunia.

Dalam perjalanannya, PBSI terus mengirim wakil-wakil tunggal putri Merah Putih ke turnamen level tinggi semacam Indonesia Open, All England, maupun China Open.

Hal itu dilakukan dengan tujuan mendongrak peringkat Gregoria dan kawan-kawan, dengan asumsi turnamen level tinggi menjanjikan poin lebih banyak.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Fitriani dan kolega terlihat belum mampu tampil di level tinggi dalam hal ini turnamen BWF World Tour Super 750 ke atas, hingga selalu tampil jeblok.

“Tahun lalu dan tahun ini tunggal putri secara peringkat dunia banyak menurun. Ini jadi PR (pekerjaan rumah) bagi kita,” beber Susy saat dihubungi Suara.com (media partner Jambiseru.com), beberapa waktu lalu.

“Jadi sekarang bagaimana kita ingin loloskan dulu mereka ke Olimpiade. Perbaikan tak cuma segi peringkat, tapi juga prestasi,” sambungnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Susy menyebut PBSI akan menurunkan level pertandingan bagi sektor tunggal putri. Hal itu diharapkan bisa mendongkrak prestasi dan kepercayaan diri mereka.

“Kemarin kan kita kirim mereka ke turnamen level Super 1000. Sekarang kita turunkan dahulu. Kalau tak mampu di situ, ya turunkan dulu lah levelnya,” kata Susy.

BACA JUGAMiris, Makam Sultan Thaha di Tebo Tak Terawat Gara-gara Anggaran Tak…

“Jadi sesuai dengan levelnya dahulu deh. Agar membalikan kepercayaan diri mereka. Dengan juara di Super 100 atau Super 300, baru kita naikan,” pungkas peraih medali emas Olimpiade 1992 tersebut. (ndy)

Pos terkait