Peluang Untuk Anak Muda, Setiap Tahun Menkominfo Butuh 600 Ribu Talenta Digital

  • Whatsapp
Menkominfo Butuh 600 Ribu Talenta Digital
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate. (Ist)

Jambiseru.com – Ini peluang untuk anak muda, setiap tahunnya Menkominfo membutuhkan 600 ribu talenta digital. Besarnya kebutuhan ini, merupakan tuntutan dari pesatnya kemajuan dunia digital saat ini. Sehingga di Indonesia, sangat banyak dibutuhkan talenta baru dibidang digital.

Besarnya kebutuhan akan talenta digital, disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate saat meluncurkan 4 modul literasi digital di Grand City Surabaya. Keempat modul tersebut, yaitu Budaya Bermedia Digital, Aman Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital dan Cakap Bermedia Digital.

Johnny G Plate mengatakan semua modul disusun berdasarkan pada 4 pilar literasi digital, antara lain digital culture, digital safety, digital ethics, dan digital skills. Menurutnya, modul ini merupakan manifestasi kolaborasi dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi) dan Kementerian Kominfo.

“Kebutuhan akan Sumber Daya Manusia yang handal dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini sangat mendesak untuk diupayakan secara masif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia sedang mengalami digital talent gap atau kesenjangan talenta digital, di mana kita membutuhkan 9 juta talenta digital dalam 15 tahun. Atau rata-rata 600.000 talenta digital setiap tahunnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/4/2021).

Terkait dengan infrastruktur digital, Johnny menyebut pihaknya bersama dengan ekosistem terkait tengah melakukan upaya percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi guna menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki akses internet memadai di seluruh Indonesia. Namun, dia menilai pembangunan infrastruktur ini perlu diiringi dengan kesiapan SDM yang akan memanfaatkan layanan internet tersebut.

“Tanpa kesiapan SDM, ruang digital justru berpotensi digunakan untuk tujuan penyebaran konten negatif seperti penipuan daring, perjudian, prostitusi online, disinformasi atau hoaks, pencurian data pribadi, perudungan siber (cyberbullying), ujaran kebencian (hate speech), penyebaran paham radikalisme/terorisme di ruang digital, dan sebagainya, ” terangnya.

Diungkapkan Johnny, pandemi Corona membawa dampak terhadap kehidupan di berbagai lini, serta mendorong masyarakat untuk beraktivitas, berinteraksi, dan beralih ke ruang digital. Untuk itu demi mewujudkan Indonesia maju, dia mengatakan Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan terkait akselerasi transformasi digital nasional.

“Melalui arahan ini, diharapkan seluruh 2 komponen bangsa dapat memperkuat kolaborasi untuk terus mendorong digitalisasi nasional terutama di 4 (empat) sektor prioritas, yaitu; (1) infrastruktur digital; (2) masyarakat digital; (3) ekonomi digital; dan (4) pemerintahan digital. Keempat sektor prioritas tersebut adalah kunci dalam mendorong kapabilitas, produktivitas, dan peningkatan kualitas hidup bangsa Indonesia di era transformasi digital ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan peluncuran modul dilakukan serempak di lima kota, yaitu Surabaya, Tangerang Selatan, Aceh, Yogyakarta, dan Lampung, oleh Menteri Kominfo bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Nicholas Saputra, Yosi Mokalu, Cak Percil, Frida Kusumastuti, dan Dirjen Aptika, Semuel Pangerapan. (tra)

Sumber : detik.com

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Gegara Suami Tolak Ajakan Berhubungan Badan, Istri Langsung Gantung Diri

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : PBNU Minta Jozeph Paul Zhang Segera Ditangkap

Pos terkait