Catatan Sufi : Aku Bukan Sesiapa Karena Aku Bukanlah Milikku

Ilustrasi catatan sufi
Ilustrasi catatan sufi

Aku merasa paling sehat, padahal paling penyakitan. Paling kuat, padahal paling lemah. Paling berilmu, padahal paling buta pengetahuan. Paling cekatan, padahal paling lesu. Paling rajin, padahal paling pemalas. Paling wangi, padahal paling busuk. Paling normal, padahal paling abnormal.

Aku adalah aku yang bertolak belakang dengan apa yang aku pikirkan. Aku adalah aku yang sebenarnya tak sesuai kenyataan. Aku adalah aku yang sebenarnya sangat sangat tidak pentas mengakui ke-aku-an ku.

Bahkan aku bukanlah sesiapa karena aku bukanlah milikku. Betapa malunya aku menyadari ini, ya, Allah…

Maka itu, segala sesuatu yang kurasa milikku, itu juga bukan milikku. Toh, aku saja bukan milikku… Semua itu milik-Mu ya Allah.

Aku hanya petugas keamanan yang dititipkan segala sesuatu hingga tugasku selesai. Begitu selesai, aku -yang kurasa adalah aku padahal bukanlah milikku- akan pulang dan menyadari bahwa segala sesuatu itu adalah bukan milikku melainkan milik-Mu.

Betapa malu, sombong dan egoisnya aku, ya Allah…

Aku bukan pemilik, tapi aku mengakui sebagai pemilik. Lihat, betapa malunya aku… Betapa berdosanya aku -yang sebenarnya milik-Mu- ini kepada-Mu, ya, Allah.

Mungkin… mungkin aku hanya wayang dengan Engkau dalang-Nya. Semua tentu saja sudah pasti di bawah kendali-Mu. Semua di tangan-Mu. Skenario maupun lakonnya, semua sudah Engkau tentukan dari awal hingga akhir. Bahkan endingnya pun, tentu hanya Kau saja yang tahu.

Pos terkait