Catatan Sufi : Aku Bukan Sesiapa Karena Aku Bukanlah Milikku

Ilustrasi catatan sufi
Ilustrasi catatan sufi

Catatan Sufi Oleh : Monas Junior *

Selamat dini hari ya, Allah. Terima kasih karena kau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Bahkan sebelum tulisan ini selesai kuketik, Engkau pasti sudah tahu apa yang ingin kucurhatkan kepada Mu.

Tetapi biarlah. Kubiarkan saja jari ini menari nari sendiri, semoga sesuai arahan Mu. Atau jika tak sesuai, maafkanlah aku karena Engkau Maha Pemaaf dan aku sumber segala kesalahan dan keburukan. Dan Engkau adalah sumber segala kebaikan dan kebenaran.

Kemarin aku curhat soal ikhlas ya, Allah. Sekarang hampir sama saja sih. Beda tipis. Soal siapa aku sebenarnya. Aku ialah mahluk yang tak punya apa apa dan bukan sesiapa, tetapi berani beraninya sombong. Padahal sombong itu kan pakaian-Mu, ya, Allah.

Seringkali aku merasa paling pintar, padahal paling bodoh. Paling tahu, padahal paling tak tahu menahu. Paling hebat, padahal paling biasa saja. Paling baik, padahal paling jahat. Paling dikenal, padahal paling tersembunyi. Paling beriman, padahal paling sesat. Paling senior, padahal paling junior.

Aku juga merasa paling berkuasa, padahal tak kuasa sama sekali. Paling jujur, padahal paling pembohong. Paling bersih, padahal paling kotor. Paling berpangkat, padahal tak punya jabatan sama sekali. Paling kaya, padahal paling miskin. Paling dermawan, padahal paling kikir. Paling rendah hati, padahal paling tinggi hati. Paling penyabar, padahal paling pemarah.

Aku hanya merasa… merasa… dan merasa… padahal perasaan itu sangat menyesatkan.

Bahkan, untuk mengakui bahwa aku rasa aku punya tubuhku pun, semestinya tak pantas kulakukan.

Pos terkait