Polda Terbitkan SPDP Kasus Pengadaan Jaringan Listrik di Sarolangun

  • Whatsapp
Dirreskrimus Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi. Foto: Yogi/Jambiseru.com
Dirreskrimus Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi. Foto: Yogi/Jambiseru.com

Polda Terbitkan SPDP Kasus Pengadaan Jaringan Listrik di Sarolangun

JAMBISERU.COM – Kasus proyek pengadaan jaringan dan tiang listrik tahun 2015, di Kecamatan Batang Asai, Sarolangun, tiba-tiba mencuat. Polda Jambi melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) menurunkan Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Bacaan Lainnya

Baca Juga : 2 kg Narkoba yang Ditangkap BNNP Jambi Berasal dari Malaysia

Bahkan Polda juga telah mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP). Karena diduga, pengerjaan proyek tersebut telah merugikan negara.

“Kasus itu kini masih dalam tahap penyelidikan di mana penyidik Polda Jambi sudah menerbitkan Surat Perintah Dimulai Penyelidikan (SPDP) untuk kasus pengadaan jaringan listrik PLN di Sarolangun,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimus) Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi, Selasa (11/8/2020).

“Ya untuk kasus tersebut, SPDP nya untuk empat orang dan itu sudah diterbitkan beberapa minggu oleh kita,” sambungnya.

Menurut informasi dilapangan, SPDP yang sudah diterbitkan Kepolisian itu dikeluarkan untuk memeriksa mantan pejabat di Dinas ESDM. Saat ini oknum PNS tersebut berdinas di Satpol PP Kabupaten Sarolangun. Selain oknum PNS tersebut ada juga pihak swasta yang ikut diperiksa.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, proyek tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk mengalirkan listrik ke tujuh desa yang ada dalam Kecamatan Batàng Asai, Kabupaten Sarolangun. Tujuh desa tersebut yaitu Desa Kasiro, Kasiro Ilir, Bukit Sulah, Datuk Nan Duo, Padang Jering, Lubuk Bangkar dan Muaro Pemuat.

Anggarannya berasal dari APBD Murni Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2015 senilai Rp9,7 miliar. Namun setelah pemenang tender keluar, dananya tiba-tiba mengalami penambahan, hingga totalnya menjadi Rp12 miliar.

Baca Juga : Mesin Pesawat Rusak, Awak Citilink “Paksa” Penumpang Tak Turun

Sayangnya, setelah dikerjakan, proyek jaringan listrik tersebut kesannya malah sia-sia. Karena sampai saat ini, listrik belum mengalir ke beberapa desa yang dituju. Beberapa tiang juga disebut telah roboh, karena tidak terawat. (Yog)

Pos terkait