Kesan Nonton Film China This Is Not What I Expected (2017): Ketika Makanan Menyatukan Dua Orang yang Sulit Jatuh Cinta

kesan nonton film china this is not what i expected (2017) ketika makanan menyatukan dua orang yang sulit jatuh cinta
Kesan Nonton Film China This Is Not What I Expected (2017): Ketika Makanan Menyatukan Dua Orang yang Sulit Jatuh Cinta. Foto: AI/jambiserucom

JAMBI, Jambiseru.com – Ada film romantis yang mengandalkan wajah tampan dan cantik para pemainnya. Ada yang mengandalkan konflik cinta yang rumit. Ada pula yang mengandalkan humor.

Namun This Is Not What I Expected memilih jalan yang berbeda.

Film ini menggunakan makanan sebagai bahasa cinta.

Dan anehnya, cara itu bekerja dengan sangat baik.

Sejak menit-menit awal, saya merasa sedang menonton sesuatu yang ringan, hangat, dan menyenangkan. Tetapi semakin lama cerita berjalan, saya menyadari bahwa film ini sebenarnya berbicara tentang kesepian, ekspektasi hidup, dan bagaimana dua orang yang sangat berbeda bisa saling memahami.

Kisah Cinta yang Tidak Dimulai dengan Cara Biasa

Cerita berpusat pada Lu Jin, seorang pengusaha kaya raya yang diperankan oleh Takeshi Kaneshiro.
Ia perfeksionis.
Ia dingin.
Ia sulit dipuaskan.
Dan hampir semua orang di sekitarnya merasa kesulitan menghadapi karakternya.

Di sisi lain ada Gu Shengnan yang diperankan oleh Zhou Dongyu.
Ia ceroboh.
Ia spontan.
Ia sering terjebak dalam kekacauan yang ia ciptakan sendiri.

Jika melihat karakter mereka di atas kertas, hubungan ini seharusnya tidak mungkin berhasil.
Namun justru dari perbedaan itulah daya tarik film ini muncul.

Film yang Membuat Perut Ikut Bermain

Saya sudah menonton banyak film bertema kuliner.

Namun jarang ada yang mampu membuat makanan menjadi bagian penting dari cerita seperti film ini.

Setiap hidangan yang muncul terasa memiliki fungsi.

Bukan sekadar pemanis visual.
Bukan sekadar membuat penonton lapar.

Makanan dalam film ini menjadi alat komunikasi antara dua karakter yang kesulitan mengungkapkan perasaan mereka secara langsung.

Ada adegan ketika Lu Jin mencicipi masakan Shengnan yang menurut saya jauh lebih romantis dibandingkan banyak adegan ciuman dalam film romantis lainnya.

Karena di situlah mereka benar-benar mulai saling memahami.

Chemistry yang Menjadi Kekuatan Utama

Salah satu alasan terbesar mengapa film ini berhasil adalah chemistry luar biasa antara Zhou Dongyu dan Takeshi Kaneshiro.

Perbedaan usia mereka cukup jauh.
Namun justru hal itu memperkuat dinamika cerita.

Takeshi Kaneshiro menghadirkan Lu Jin sebagai pria yang tampak dingin tetapi sebenarnya kesepian.

Sementara Zhou Dongyu tampil penuh energi dan spontanitas.

Setiap kali mereka berada dalam satu adegan, percakapan yang sederhana pun terasa hidup.
Hubungan mereka berkembang secara alami.
Tidak terburu-buru.
Tidak dipaksakan.

Dan itu membuat kisah cintanya terasa lebih meyakinkan.

Humor yang Ringan dan Menghibur

Film ini juga sangat lucu.
Bukan lucu karena penuh lelucon kasar atau adegan berlebihan.
Humornya muncul dari interaksi karakter.
Kesalahpahaman.
Situasi canggung.

Dan benturan kepribadian yang terjadi hampir sepanjang film.

Saya beberapa kali tertawa karena ekspresi Lu Jin yang berusaha tetap serius ketika berhadapan dengan tingkah Shengnan yang sulit ditebak.

Kombinasi itu menciptakan banyak momen yang menghibur tanpa terasa dipaksakan.

Visual yang Indah dan Menggugah Selera

Satu hal yang langsung menarik perhatian saya adalah visual film ini.
Setiap hidangan dipotret dengan sangat cantik.
Warna-warnanya hidup.
Pencahayaannya hangat.

Presentasi makanannya terlihat luar biasa.
Kadang saya merasa sedang menonton film romantis.

Kadang saya merasa sedang menonton acara kuliner kelas premium.

Dan yang menarik, kedua unsur tersebut berpadu dengan sangat baik.

Film ini berhasil membuat penonton lapar sekaligus tersenyum dalam waktu yang bersamaan.

Tentang Kesepian yang Tidak Terlihat

Di balik nuansa komedi romantisnya, film ini sebenarnya berbicara tentang kesepian.
Lu Jin memiliki segalanya.
Uang.
Status.
Kesuksesan.

Namun ia tetap merasa kosong.
Shengnan tampak ceria dan penuh semangat.
Tetapi ia juga menyimpan ketidakpastian mengenai masa depannya.

Keduanya menemukan sesuatu yang hilang dalam diri masing-masing.

Dan proses itu terasa sangat manusiawi.
Film ini mengingatkan bahwa terkadang yang kita butuhkan bukan seseorang yang sempurna.
Melainkan seseorang yang mampu memahami kekurangan kita.

Tidak Banyak Konflik Besar, Tetapi Tetap Menarik

Jika dibandingkan dengan drama romantis pada umumnya, konflik dalam film ini sebenarnya tidak terlalu besar.

Tidak ada perebutan cinta yang rumit.
Tidak ada rahasia keluarga yang mengejutkan.
Tidak ada penjahat yang harus dikalahkan.
Namun anehnya, saya tidak pernah merasa bosan.

Karena kekuatan film ini terletak pada perjalanan hubungan kedua karakter utamanya.
Penonton diajak menikmati setiap tahap perkembangan hubungan mereka.
Seperti menikmati hidangan yang disajikan perlahan satu per satu.

Salah Satu Film Romantis China Paling Menyenangkan

Setelah film selesai, saya memahami mengapa banyak penonton menyukai This Is Not What I Expected.

Film ini tidak berusaha menjadi karya yang terlalu serius.

Tidak mencoba menjadi film romantis paling dramatis.

Tetapi berhasil menjadi film yang membuat penonton merasa nyaman.

Kadang-kadang itulah yang kita butuhkan.
Sebuah cerita sederhana yang membuat kita tersenyum selama dua jam.

This Is Not What I Expected adalah salah satu film romantis China paling menyenangkan yang pernah saya tonton.

Ia memiliki chemistry yang kuat, humor yang menghibur, visual makanan yang menggoda, dan cerita yang hangat.

Yang paling saya sukai adalah bagaimana film ini menggunakan makanan sebagai simbol hubungan antarmanusia.

Bukan sekadar untuk mengisi layar.
Melainkan sebagai jembatan yang mempertemukan dua orang dengan dunia yang sangat berbeda.

Ketika kredit penutup mulai berjalan, saya merasa film ini berhasil melakukan dua hal sekaligus.

Membuat saya percaya pada cinta.
Dan membuat saya ingin mencari semangkuk makanan enak sesegera mungkin.

Bagi pencinta film romantis ringan dengan sentuhan kuliner yang menggugah selera, This Is Not What I Expected adalah tontonan yang sangat layak untuk dicoba.(gie/berbagai sumber)

Pos terkait