Kisah Manusia Harimau dan Pohon Ancano di Merangin

Kisah Manusia Harimau
Kisah Manusia Harimau dan Pohon Ancano di Merangin.Foto: Edo/Jambiseru.com

Dari sekian banyak peserta, hanya orang sakti yang bergelar Serintik Hujan Panas itulah yang bisa melompat dan melewati atap rumah panggung dengan membawa lesung tersebut.

Setelah sayembara itu usai, Serintik Hujan Panas pun resmi jadi menantunya Datuk Endah, dan dia juga berkebun di seberang pemukiman itu.

Kemudian, setelah berkeluarga, Serintik Hujan Panas di anugerahi beberapa putra putri. Ketika itu ia ke kebun dan berpesan kepada salah satu putrinya.

“Jika kamu ngantar nasi nanti ke kebun, jangan datang dari arah ujung pohon tumbang itu,” kata orang sakti itu kepada putrinya.

Namun, putrinya itu tidak mengindahkan pesan ayahnya. Ia datang mengantar nasi dari arah yang dilarang ayahnya yang sedang bekerja membuat alat pembuka kulit padi (Kisar padi).

Setelah mendengar suara desar desir langkah kaki dari ujung pohon tumbang itu, Serintik Hujan Panas langsung berubah wujud menjadi harimau dan menerkam putrinya. Manusia harimau itu baru menyadari bahwa putrinya lah yang diterkamnya, dan itu membuat ia menyesal dan sedih.

Saking sedihnya, Orang Sakti itu kembali ke Pasemah untuk beberapa tahun. Namun ia memutuskan untuk kembali karena rindu dengan istrinya. Ia pulang membawa tongkat kayu dari kampung halamannya.

Mengingat kisah yang tragis itu, tongkat kayu yang dibawa serintik hujan panas dari kampung halamannya ditanam hingga tumbuh menjadi pohon Ancano.

Untuk diketahui, Pohon Ancano termasuk langka. Kabarnya hanya ada di Kungkai dan di Pasemah. Pernah ada warga mencoba merusak pohon itu kurang lebih satu abad lalu dengan cara menebang hingga tumbang, karena berniat membuka lahan untuk pertanian.

Akan tetapi dahan pohon Ancano yang menancap ke tanah itu tumbuh dan hidup hingga kini, namun warga setempat menjatuhkan sanksi atau denda adat berupa beras 20 gantang dan satu ekor kambing beserta selemak semanis.

Pos terkait