Akun Instagram Microsoft Diserang Netizen Indonesia, Sampai Tutup Kolom Komentar

  • Whatsapp
Akun Instagram Microsoft Diserang
Postingan Akun Instagram Microsoft. Foto : Instagram/Microsoft

Jambiseru.com – Akun Instagram Microsoft diserang netizen Indonesia. Bahkan, mereka menutup kolom komentar di beberapa foto terakhir yang mereka posting.

Hal itu diduga untuk mengantisipasi serangan netizen Indonesia. Saat ini, fitur komentar terlihat sudah dibuka di beberapa postingan dan sudah ada beberapa netizen Indonesia menyerbu.

Berita Jambiseru[dot]com LainnyaMillen Cyrus Ditangkap Lagi Karena Narkoba

Postingan terakhir Instagram Microsoft ialah tentang game pinball dan kolom komentarnya aktif. Banyak komentar berbahasa Indonesia langsung muncul dan masih menyoal tentang riset Microsoft.

“Hasil surveinya bikin gregetan,” tulis satu komentar.

“Maksud microsoft apa bilang apa warganet indo kurang sopan?” tulis komentar yang lain.

Sebut Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan

Ternyata sudah dari beberapa hari lalu netizen Indonesia menyerang komentar Instagram Microsoft sebagai reaksi hasil penelitian yang menyebut netizen atau warganet RI termasuk paling tidak sopan.

Indonesia menempati peringkat paling bontot soal kesopanan di Asia Tenggara berdasar riset itu.

Dari penilaian Netizen, ada yang positif dan negatif. Banyak yang berkomentar di Instagram Microsoft sampai kolom komentar dinonaktifkan.

Diketahui, sebelumnya Microsoft merilis laporan tahunan terbaru yang antara lain mengukur tingkat kesopanan netizen atau pengguna internet dengan tajuk 2020 Digital Civility Index (DCI).

Secara umum, Belanda jadi negara dengan netizen paling sopan alias peringkat pertama. Sementara di Asia Tenggara dan juga di Asia secara global, Singapura ada di posisi atas dan keempat secara global.

Singapura diketahui naik empat peringkat, mengeser Malaysia yang sebelumnya ada di peringkat itu. Sementara Indonesia menempati ranking ke-29 dari 32 negara yang diteliti Microsoft hingga menepati posisinya terbawah di Asia Tenggara, turun 8 poin dengan skor 76.

Survei dilakukan antara bulan April sampai Mei 2020, melibatkan 16 ribu responden terdiri dari kaum muda dan dewasa. Diberlakukan skor dari 0 sampai 100, yang mana makin rendah skor artinya paparan risiko online makin rendah, sehingga tingkat kesopanan di internet negara tersebut disimpulkan makin tinggi.

Risiko netizen yang dimaksud termasuk paparan kabar hoax, ujaran kebencian, penipuan atau diskriminasi yang dialami di dunia maya. Kabar baiknya selama masa pandemi, 26% responden global menyatakan kesopanan online lebih baik karena netizen ingin membantu satu sama lain.

Adapun Indonesia, skor DCI untuk kaum remaja sebenarnya tidak berubah, tapi turun di kalangan dewasa. “Tidak ada perubahan skor DCI untuk kalangan muda tapi penurunan minus 16 poin di orang-orang dewasa di Indonesia,” sebut Microsoft.

Berita Jambiseru[dot]com LainnyaAbang Ini Santai Nian Jual Narkoba di Tepi Sungai Tabir, Yo Keno Tangkap Lah!

Risiko terbesar netizen Indonesia adalah hoax dan penipuan yang naik 13%, ujaran kebencian naik 5%, namun diskriminasi turun 2%. Empat dari 10 responden menilai kesopanan lebih baik selama pandemi. Namun hampir 5 dari 10 orang mengaku terlibat dalam bullying dan 19% responden mengaku sebagai target. (*)

Sumber : Detik.com

Pos terkait

-------------------------

BACA CARA DAN TIPS DI SINI

-------------------------