Begini Cara Gunakan NIK KTP Sebagai NPWP

NIK KTP
KTP saat ini bisa digunakan sebagai ganti NPWP. (dok)

Jambi Seru – Saat ini masyarakat Indonesia sebagai wajib pajak, bisa gunakan NIK KTP sebagai NPWP untuk mengakses layanan perpajakan secara terbatas. Pemberlakukan aturan tersebut, ditetapkan langsung oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Dengan gunakan NIK KTP sebagai NPWP, akan memudahkan wajib pajak orang pribadi (perorangan). Nantinya, wajib pajak tidak perlu lagi membawa NPWP atau menghafal nomornya dalam mengurus pajak. Cukup membawa KTP saja.

Transisi atau perpindahan NIK sebagai NPWP sudah mulai dilaksanakan secara bertahap di seluruh instansi baik pemerintah maupun swasta.

Bacaan Lainnya

Mengutip dari laman pikiran-rakyat.com (jaringan media indonesiadaily.co.id, partner jambiseru.com) dari artikel yang berjudul NIK KTP Sudah Bisa Digunakan Sebagai NPWP, Simak Caranya, hal itu untuk menyederhanakan persyaratan pada layanan atau produk yang membutuhkan NPWP. Misalnya layanan pada perbankan, persyaratan NPWP dapat menggunakan NIK.

Pemanfaatan NIK sebagai nomor identitas perpajakan tersebut akan memudahkan wajib pajak orang pribadi dalam melaksanakan administrasi terkait perpajakan.

Administrasi tersebut di antaranya pengisian bukti potong atau faktur pajak untuk wajib pajak orang pribadi.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari laman Direktorat Jenderal Pajak, berikut cara mengubah NIK menjadi NPWP agar dapat digunakan untuk mengakses layanan perpajakan.

1. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah login atau masuk ke akun pada situs web pajak melalui pajak.go.id menggunakan NPWP dan kata sandi Anda.

2. Setelah berhasil masuk, lakukan pengubahan data profil dengan cara masuk pada menu Profil.

3. Pada menu Profil, lakukan pemutakhiran atau pembaruan data secara mandiri. Untuk pengubahan data tersebut, wajib pajak orang pribadi tidak harus datang ke kantor pelayanan pajak.

Kategori data yang perlu diperbarui adalah Data Utama (NIK), Data Lainnya (Nomor HP dan Alamat Email), Data KLU (jenis usaha atau pekerjaan), dan Data Anggota Keluarga.

Pastikan data terbaru yang dimasukan sudah lengkap dan sesuai kondisi terkini atau terbaru.

4. Ketika telah selesai melakukan pembaruan atau pengubahan data pada masing-masing kategori (Data Utama, Data Lainnya, Data KLU, Data Anggota Keluarga), pastikan data baru tersimpan dengan cara klik pada tombol “Ubah Data” yang biasanya terletak di bagian bawah.

5. Khusus untuk bagian Data Utama, apabila melihat status validitas perlu dimutakhirkan, wajib pajak orang pribadi dapat melakukan validasi dengan cara mengisi NIK pada bagian kolom atau kotak NIK/NPWP16.

Setelah itu, pemilik akun (wajib pajak orang pribadi) dapat langsung klik “Cek” untuk memulai proses validasi data NIK-nya.

Apabila data NIK telah valid dan namanya telah sesuai dengan yang tercantum pada sistem, maka pemilik akun (wajib pajak orang pribadi) akan menerima pesan “Data ditemukan” dan di samping tombol “Cek” akan muncul tanda centang dan tulisan menjadi Valid.

Langkah terakhir agar NIK dapat dipakai sebagai NPWP adalah klik pada tombol “Ubah Profil” dan ikuti instruksi selanjutnya yang muncul di layar.

Itulah tata cara mengubah NIK menjadi NPWP, sehingga Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang biasa tercantum pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) memiliki fungsi dan kegunaan yang sama seperti NPWP.(tra)

Pos terkait