Pantauan Jalan Jambi Pasca Larangan Truk Batu Bara Melintas

Jalan Batanghari tampak sepi psca larangan Truk Batu Bara Melintas. Foto: Rizki/Jambiseru.com
Jalan Batanghari tampak sepi psca larangan Truk Batu Bara Melintas.Foto: Rizki/Jambiseru.com

Jambi Seru – Berikut pantauan Jambiseru.com di jalan-jalan dalam Provinsi Jambi, pasca dikeluarkannya larangan truk muata batu bara dan CPO melintas, per hari ini Rabu 12 Oktober 2022.

Untuk diketahui, lintasan truk muatan batu bara di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi. Kepadatan lalu lintas biasa terjadi di Kabupaten Batanghari, tepatnya di Kecamatan Muara Tembesi.

Sedang di Kabupaten Muaro Jambi, kepadatan truk batu bara ini terjadi di kawasan Kumpeh hingga Pelabuhan Talang Duku Jambi.

Bacaan Lainnya

Namun hari ini, di Kabupaten Batanghari, jalan lintas Batanghari-Jambi, terlihat lengang dari truk muata batu bara. Ini membuat warga sekitar jadi lega dan berbahagia.

https://www.instagram.com/reel/CjnK4bRjj-W/?igshid=NmNmNjAwNzg=

Warga Batanghari bahkan mengucapkan syukur atas kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi dan Kepolisian Daerah Jambi yang melarang aktivitas truk angkutn batu bara untuk tidak beroperasi dalam kurun waktu beberapa hari.

“Iya, kami masyarakat Batanghari sangat berterimakasih atas kebijakan tersebut. Bila perlu kebijakan tersebut dilakukan hingga jalan khusus bisa digunakan,” ungkap Rudi, warga Batanghari ditemui, Rabu (12/10/2022).

Dikatakan Rudi, konsekuensinya memang harus begitu. Di daerah lain, kata dia, para pemilik tambang tidak ada yang menggunakan jalan nasional untuk mengangkut hasil tambangnya.

“Mereka menyiapkan jalurnya sendiri, jadi tidak menggangu aktivitas warga. Kalau di Jambi ini berbeda, tambang dibuat jalan khusus tidak dibuat. Sehingga aktivitasnya mengganggu kegiatan masyarakat,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Khusaini. Ia mendukung langkah pemerintah dan pihak terkait untuk menghentikan aktivitas pengangkutan baru bara.

“Karena dampak positifnya tidak dirasakan oleh masyarakat Batanghari. Yang ada dampak negatif yang selalu dirasakan,” kata Khusaini.

Sementara itu, Abdullah, Kasi Kesra Desa Karmeo, Kecamatan Batin XXIV, yang merasakan dampak kemacetan dari aktivitas pengangkutan batu bara tersebut mengatakan, kondisi jalan di wilayahnya saat ini sangat lancar tanpa ada kemacetan semenjak aturan tersebut diberlakukan.

“Kalau siang ini arus lalu lintas sangat lancar. Cuma malam tadi masih ada kendaraan batu bara ada yang masih berjalan,” ujar Abdullah Kasi Kesra Desa Karmeo.

Muaro Jambi Masih Padat Truk Batu Bara

https://www.instagram.com/p/CjnLjg_PosA/?igshid=NmNmNjAwNzg=

Beda lagi yang terjadi di Kabupaten Muaro Jambi. Pantauan Jambiseru.com, meski angkutan truk batu bara mulai hari ini, Rabu (12/10/2022) dilarang beroperasi, namun lalu lintas di Jalan Jambi-Tempino siang ini masih terpantau padat.

Padatnya lalu lintas di Jalan Lintas Jambi-Tempino tersebut mulai dari KM 11 sampai dengan KM 16, Kecamatan Mestong, Muaro Jambi.

Pantauan Biru (Jambiseru.com), setidaknya ada ratusan angkutan truk batu bara terparkir di sepanjang bahu jalan tersebut.

Guna mengurai kemacetan itu, anggota Satlantas Polres Muaro Jambi turun langsung mengatur lalu lintas di jalan Lintas Jambi-Tempino tersebut.

Erni, seorang warga RT 20 Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Muaro Jambi mengatakan, kemacetan parah di jalan lintas tersebut telah berlangsung selama 4 hari lalu.

“Kalau macet yang kemarin dak biso lewat nian,” katanya saat ditemui BIRU (jamBIseRU.com)

Dikatakan Erni, angkutan truk batu bara yang terparkir di bahu jalan ini sudah sejak malam tadi.

“Kalau hari ini bisa jalan, tapi padat merayap,” ujarnya.

Pos terkait