Aksi UU Ciptaker Ricuh, 5 Titik Terbakar

Halte Transjakarta Sarinah terbakar di saat demo Omnibus Law UU Ciptaker. (Ist)
Halte Transjakarta Sarinah terbakar di saat demo Omnibus Law UU Ciptaker. (Ist)

Aksi UU Ciptaker Ricuh, 5 Titik Terbakar

JAMBISERU.COM – Situasi demo menolak Omnibus Law UU Ciptaker di Jakarta semakin memanas, Kamis (8/10) sore. Sejumlah pos polisi dan halte bus Transjakarta terbakar.

Baca Juga : Tolak RUU Cipta Kerja, Demo Aliansi Mahasiswa Kerinci-Sungai Penuh Ricuh

Bacaan Lainnya

Tercatat ada tiga pos polisi dan dua halte bus Transjakarta yang terbakar, yakni pos polisi Patung Kuda Arjuna Wiwaha, pos polisi Tugu Tani, pos polisi di Harmoni, halte bus Bundaran HI, dan halte bus Sarinah.

Pos polisi Patung Kuda dan Tugu Tani diduga dibakar oleh massa aksi. Di pos polisi Tugu Tani, massa terlihat merusak menggunakan benda tumpul.

Sementara api juga membesar di halte bus Transjakarta Bundaran HI. Tak terlihat upaya pemadaman dari petugas.

Kobaran api sebelumnya juga dikabarkan terjadi di pos polisi Harmoni. Sejak siang bentrok memang terjadi di titik demo.

Meski sempat mereda, bentrokan kembali pecah pada sore hari.

Sementara itu Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengklaim telah meminta jajarannya untuk mengamankan aksi demonstrasi sesuai aturan yang berlaku.

“Kami sudah koordinasikan dengan Polda jajaran untuk amankan sesuai dengan SOP. Dimohon untuk para demostran tetap tenang dan tidak terprovokasi,” kata Argo saat dihubungi wartawan.

Ia mengatakan, ada cara lain untuk menyampaikan penolakan UU Ciptaker, yakni dengan menguji di Mahkamah Konstitusi.

“Untuk aspirasi silahkan di bawa ke MK kalau tidak terima,” imbuhnya.

Adapun, Argo meminta agarpedemo tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan informasi bohong atauhoaks yang tersebar.

Baca Juga : Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Merangin Tolak RUU Cipta Kerja

Polisi diketahui sempat melarang kegiatan unjuk rasa dilakukan di wilayah DKI Jakarta. Namun sejak pagi, sejumlah massa aksi telah mencoba masuk ke dalam wilayah DKI Jakarta. (*)

Sumber: cnnindonesia.com

Pos terkait