Ini Alasan Kejati Jambi Setujui Penghentian Kasus Maling Motor di Sabak

Kasus Maling Motor di Sabak
Tersangka RH, Besyukur dan Meminta Maaf Kepada Kajari Tanjabtim atas Pengabulan Penghentian Kasus Pencurian Motor di Sabak Tanjabtim. Foto: Firman Saputra/Jambiseru.com

Jambi Seru – Kasus curanmor alias maling motor di Sabak, Tanjab Timur akhirnya dihentikan. Kajaksaan Tinggi (Kejati) Jambi pun membeberkan alasan menyetujui penghentian perkara pidana itu berdasarkan keadilan restorasi (Restoratif Justice).

Ekspose kasus pencurian oleh RH dilakukan secara Virtual di Ruang Vicon Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, yang diikuti juga secara langsung oleh Kajati Jambi, Elan Suherlan, Wakajati Jambi, Bambang Gunawan, Asisten Bidang Tindak Pidana Umum, G Sinuhaji, dan para Kasi di Bidang Tindak Pidana Umum Kejati Jambi, Selasa, (18/10/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Yenita Sari, dalam paparannya menjelaskan, jika kasus pencurian atas nama Tersangka RH, akhirnya disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan RI untuk dapat dihentikan berdasarkan Keadilan Restoratif.

Bacaan Lainnya

“Karena telah memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Jaksa Agung No. 15 Tahun 2020 dan juga mengedepankan perdamaian yang telah terjadi antara terdakwa dengan korban demi terciptanya kedamaian yang harmoni dengan keseimbangan kosmis di masyarakat setempat,” ujarnya.

“Dengan demikian, perkara-perkara tersebut tidak perlu diajukan ke persidangan lagi,” sambungya.

Kajari menambahkan, dalam kasus pencurian ini bermula pada hari Senin, tanggal (12/9/2022), sekitar pukul 14.30 Wib. Kronologisnya, ketika Tersangka yang bekerja sebagai buruh bangunan di MTS saat pulang dari Pasar Blok D melihat 1 (satu) sepeda motor merk Honda Scoopy warna Hitam Merah dengan nomor Polisi : BH 4048 JB milik saksi Lastani yang dipinjam oleh saksi Rikal Anwari untuk mencari kontrakan dengan kunci kontaknya tergantung, sehingga muncul niat Tersangka untuk mengambil sepeda motor tersebut.

“Setelah Tersangka RH melihat situasi dan dirasakan cukup aman, maka tersangka membawa sepeda motor Honda Scoopy ke arah jalan luar hingga sampai disalah satu rumah saksi Kartini untuk meletakkan sepeda motor tersebut dibelakang rumah, sambil berkata untuk titip terlebih dahulu,” ungkapnya secara virtual.

“Tak lama kemudian, Tersangka RH didatangi oleh Saksi Rikal Anwari dan Saksi Agus bersama-sama dengan Saksi Bahtiar yang mengaku melihat Tersangka RH membawa motor Honda Scoopy, ketika para saksi menanyakan kembali ke Tersangka RH, namun tetap dibantah dan tidak diakuinya, sehingga sekira pukul 17.30 WIB, tersangka RH dibawa dan diserahkan ke Polsek Gergai,” jelasnya.

Setelah ekspose dilaksanakan, Kajati Jambi, Elan Suherlan, merintahkan kepada Kajari Tanjabtim, agar Tersangka RH segera dikeluarkan dari tahanan jika semua persyaratan administrasi sudah selesai dan semoga RH tidak lagi mengulangi kembali.

“Saya minta Kajari Tanjabtim segera mengeluarkan Tersangka dari tahanan, supaya ia bisa kembali bersama keluarganya,” tegas Elan dalam komunikasi secara virtual. (put)

Artikel ini telah tayang di tungkal.jambiseru.com dengan judul “Kejati Jambi Turut Setujui Penghentian Kasus Pencuri Motor di Sabak, Ini Alasannya

Pos terkait

banner pln