Syarif Tak Perpanjang PPKM di Kota Jambi

  • Whatsapp
Syarif Tak Perpanjang PPKM
Rapat bersama Walikota Jambi dengan pihak Polda Jambi, Korem 042 Garuda Putih, Kejati Jambi dan pihak terkait. Foto: Doni/Jambiseru.com

Jambiseru.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi akhirnya memutuskan untuk tidak memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Keputusan ini diambil melalui rapat bersama Walikota Jambi dengan pihak Polda Jambi, Korem 042 Garuda Putih, Kejati Jambi dan pihak terkait lainnya, Sabtu (28/8/2021) malam.

Baca Juga : Bupati Merangin H Mashuri dan Istri Disambut Acara Adat

Keputusan pun diumumkan Wali Kota Jambi, Syarif F, di ruang Griya Mayang rumah dinas Wali Kota Jambi, Minggu (29/8/2021) sore.

“Atas izin forkompinda Kota Jambi dengan ini kami mengumumkan hasil dari pada rapat keputusan tadi malam, forkompinda dan juga pihak terkait dengan seluruh pemangku kebijakan baik di tingkat kota kemudian di tingkat kecamatan, kelurahan dan juga dari unsur TNI-Polri dari Korem Gapu, Polda Jambi, maka kami memutuskan bahwa untuk PPKM level 4 yang seyogyanya dimulai dari tanggal 23 Agustus sampai dengan 29 Agustus kami sepakat untuk tidak diperpanjang lagi,” kata Walikota Jambi, Syarif F.

Kata Syarif, dengan tidak diperpanjangnya PPKM ini, maka pos penyekatan luar kota maupun pengetatan di dalam kota Jambi telah berakhir.

“Keputusan yang kami ambil dari hasil evaluasi penanganan kasus Covid-19 yang turun cukup signifikan. Kemudian tingkat kesembuhan juga yang cukup signifikan,” tambah Syarif F.

Dengan tidak diperpanjangnya kebijakan penyekatan dan pengetatan ini, pria kelahiran Pelaju, Sumatera Selatan ini menyampaikan bahwa, masyarakat pada hari Senin (30/8/2021) kembali bisa melakukan acara seperti akad nikah, hajatan pernikahan dan tempat makan, namun tetap dengan pembatasan-pembatasan.

Khusus untuk akad nikah hanya dibolehkan di kantor KAU. Sementara, resepsi pernikahan hanya dibolehkan di gedung dengan pembatasan dan restoran boleh makan di tempat dengan pembatasan.

Pria Kelahiran Plaju, Sumatera Selatan itu juga meminta kepada masyarakat agar tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan tidak berlarut dalam suasana eforia dengan tidak diperpanjangnya kebijakan penyekatan dan pengetatan ini.

“Kenapa kami tetap melakukan pembatasan kegiatan. Kami tidak melarang untuk berjualan, tetapi yang kami larang adalah kerumunan dari pada masyarakat Jambi dalam pembelian dan sebagainya. Untuk itu kami tidak ingin nanti ada euforia,” sampai Syarif.

Pos terkait

-------------------------

BACA CARA DAN TIPS DI SINI

-------------------------