Wabup Bakhtiar Buka Rembuk Stunting Se-Kabupaten Batanghari Tahun 2022

Wakil Bupati, Bakhtiar saat buka rembuk Stunting Se-Kabupaten Batanghari Tahun 2022
Wakil Bupati Batanghari, Bakhtiar saat buka rembuk Stunting Se-Kabupaten Batanghari Tahun 2022.Foto: Hadian Rizki Marzani/Jambiseru.com

Jambi Seru – Dalam upaya percepatan penurunan stunting di Bumi Serentak Bak Regam, Wakil Bupati Batanghari Bakhtiar membuka secara resmi acara pertemuan advokasi lintas program dan lalu lintas sektor dalam rembuk stunting Se-Kabupaten Batanghari tahun 2022.

Acara yang dihadiri oleh seluruh unsur Se-Kabupaten Batanghari dilibatkan, mulai dari Sekretaris Daerah Muhammad Azan yang di wakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Muhammad Rifa’i, Ketua DPRD Batanghari, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah, para Camat, Kepala Desa dan Lurah setempat, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Batanghari Bakhtiar mengatakan, dirinya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini, semoga melalui acara ini tercipta komitmen dari seluruh pihak yang hadir dalam menanggulangi permasalahan stunting di wilayah setempat.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Pemdes Ladang Peris Cairkan BLT DD Bulan September 2022

“Selaku Kepala Pemerintah Daerah, kami sangat bangga dan mendukung sekali, atas terciptanya kerjasama yang dilakukan secara bersama sama, sehingga program yang dirancang dapat di realisasikan dengan baik untuk mencapai target penurunan menjadi sebesar 14 persen pada tahun 2024 sebagaiman yang telah di tetapkan,” Kata Wakil Bupati Batanghari Bakhtiar, Rabu (15/09/2022).

Disebutkan Bakhtiar, berdasarkan keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional nomor KEP.10//M.PPN/HK/02/2021 tentang penetapan perluasan Kabupaten atau Kota lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi tahun 2022 pada salinan lampiran dua, dimana Kabupaten Batanghari adalah Kabupaten ke 32 perluasan Kabupaten atau Kota lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi tahun 2022.

“Kunci pencegahan stunting adalah di seribu hari pertama kehidupan sehingga perhatian kepada ibu hamil serta balita di bawah umur dua tahun perlu di upayakan, serta intervensi remaja putri dan calon pengantin untuk menciptakan generasi yang cerdas, sehat dan berprestasi,” ujarnya.

Baca Juga : Blokade Jalan Masih Berlangsung, Perusahaan Baru Kumpulkan Rp 4,9 Miliar

“Bukan itu saja, intervensi stunting tidak hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan saja, tingkat keberhasilan program penurunan stunting sangat dipengaruhi sektor non kesehatan dengan proposi dukungan mencapai 70 persen,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Nasdem Batanghari tersebut.

Dilanjutkan Bakhtiar, untuk itu perlu dilakukan melalui pendekatan multi sektor dan multi pihak melalui pentahelix yaitu menyediakan platform kerjasama antara pemerintah dan unsur pemangku kepentingan seperti dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat dan media.

“Adapun dukungan daerah dalam upaya penurunan stunting diantaranya pembangunan sanitasi, air bersih, pembangunan infrastruktur, penyediaan pangan aman yang bergizi, pemberdayaan masyarakat dalam pemahaman pencegahan, kepedulian dan peran pencegahan stunting,” jelasnya.

Baca Juga : Blokade Jalan ke Pelabuhan Talang Duku: Mediasi Pemkab Muaro Jambi dan Kapolda Tak Bawa Solusi

Diteruskan Bakhtiar, berdasarkan data kondisi stunting di Kabupaten Batanghari telah mengalami penurunan prevalensi stunting sebanyak 2,82 persen. Pada tahun 2019 angka presentase prevalensi sebesar 27,32 persen dan pada tahun 2021 sebesar 24,5 persen.

“Melihat kondisi tersebut, artinya program dan kegiatan intervensi yang telah dilakukan telah berpengaruh positif dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting, walaupun batanghari baru menjadi lokus penurunan stunting pada tahun 2022, sebagaimana keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional yang telah disampaikan di awal,” sebutnya. (riz)

Pos terkait