677 Karyawan Di-PHK, PT Indosat Siap Rekrut TKA India, Pakistan dan Banglades

  • Whatsapp
mantan pekerja Indosat berkoodinasi untuk melakukan perlawanan hukum menuntut hak-haknya. (Ist)
mantan pekerja Indosat berkoodinasi untuk melakukan perlawanan hukum menuntut hak-haknya. (Ist)

677 Karyawan Di-PHK, PT Indosat Siap Rekrut TKA India, Pakistan dan Banglades

JAMBISERU.COM – Setelah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 400 karyawan pada 14 Februari 2020, PT INDOSAT kembali melakukan memberhentikan pekerja sebanyak 677 karyawan. Menurut Presiden Serikat Pekerja PT Indosat, Roro Dwi Handayani, PHK yang dilakukan Indosat melanggar aturan Perjanjian Kerja Bersama ( PKB). untuk itu negara harus hadir dalam permasalahan ketenagakerjaan di PT INDOSAT.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Mau Pesantren Anda Dapat Bantuan, Begini Caranya

Lebih jauh Roro Dwi Handayani menegaskan PHK yang dilakukan tidak sesuai aturan. Yang lebih menyedihkan, PT INDOSAT setelah PHK kembali memasukkan tenaga kerja baru, namun tenaga kerja asing dari India, Pakistan dan Banglades. Inilah keprihatinan KSPSI dan Serikat Pekerja Indosat, karena hak pekerja pribumi digusur dan diganti tenaga asing.

“Ini kedepan bisa mengancam tenaga ahli pertelekomunikasian anak bangsa untuk kerja di Indosat, karena sudah dipenuhi TKA India, Pakistan dan Banglades,” ungkapnya.

Yanwar selaku karyawan Indosat sebagai Korban PHK 14 Feb 2020 mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan salahsatu Direksi PT Indosat, karena telah menghambat tugas dan peran serikat pekerja PT Indosat, dan telah mem-PHK dirinya dengan paksa.

“Kita menduga ada upaya melemahkan Serikat Pekerja di Indosat, untuk itu kita laporkan ke pihak berwajib,” tegasnya.

Presiden Aspex Indonesia, Mirah Sumirat juga menambahkan PT INDOSAT sebagai perusahaan yang sahamnya 60 persen  dikuasai Qatar tersebut, seharusnya menghargai aturan dan Undang-Undang Serikat Pekerja yang ada di Indonesia, melakukan intimidasi oleh para oknum pengusaha, dengan telah melakukan PHK sewenang-wenang dan tidak manusiawi, serta tidak beradab  karena melakukan PHK sepihak tanpa perundingan dengan pekerja.

“Hal tersebut sudah dilakukan berkali-kali tanpa memandang aturan pada PKB. PHK karyawan serta pengurus serikat pekerja yang telah turut berjuang membesarkan Indosat terus dilakukan. Namun perekrutan Tenaga kerja asing juga terus dilakukan, saya belum melihat negara hadir. Untuk itu saya berharap pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan Ketenagakerjaan di Indosat,” ujarnya.

“Kita prihatin banyak pengurus Serikat Pekerja yang di PHK oleh PT Indosat, sekali lagi Pemerintah Republik Indonesia untuk turun tangan,” tegas Mirah Sumirat.

Baca Juga : Asnawi, Tokoh Bugis-Jambi Dukung Penuh Haris-Sani di Pilgub

Namun pihak PT Indosat belum berhasil dikonfirmasi terkait tudingan pekerja bahwa perusahaan tersebut merekrut pekerja lokal untuk merekrut pekerja asing. (*)

Sumber: Siberindo.co

Pos terkait