Bermodal Permen, Kakek 70 Tahun Cabuli 7 Bocah

Korban Pencabulan Guru Ngaji
Foto Hanya Ilustrasi. (ist)

Bermodal Permen, Kakek 70 Tahun Cabuli 7 Bocah

JAMBISERU.COM – Umur ternyata tak membatasi orang untuk berbuah jahat. Seperti yang dilakukan T, warga Sukabumi. Kakek berusia 70 tahun ini diduga telah mencabuli sejumlah anak, yang merupakan tetangganya.

Baca Juga : Janjikan Sekolah, Paman Malah Perkosa Ponakan

Bacaan Lainnya

Kejadian ini terungkap pada Senin (27/7/2020) lalu. Setelah salah seorang korbannya S (9), mengeluhkan sakit pada orang tuanya. Setelah ditanya, S mengaku telah dibawa masuk ke rumah pelaku. Kemudian bagian intimnya dipegang pelaku. Setelah selesai, korban diberi permen dan uang Rp 5.000.

“Senin malam pukul 19.00 WIB, orang tua korban melapor ke ketua RT setempat dan mencari pelaku ke rumahnya, namun pelaku sedang tak berada di rumah (kontrakan),” ujar Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2020).

Lanjut Sumarni, kabar tentang aksi pencabulan T seketika menyeruak dan menyebar di masyarakat.

“Berita tersebut menjadi ramai di masyarakat setempat dan bermuculanlah korban-korban lainnya yang mengaku mengalami pelecehan oleh pelaku. Kemudian ketua RT dan RW melaporkan kejadian tersebut ke Bhabinkamtibmas Desa Sukamantri dan langsung mendatangi TKP bersama petugas lainya, dan membawa korban ke Polsek Cisaat,” jelas Sumarni.

Berdasarkan pengembangan pihak kepolisian, tercatat ada tujuh orang anak di bawah umur yang telah menjadi korbannya. Terungkap juga, jika beberapa korban lainnya yang diduga dicabuli sekitar tiga tahun yang lalu.

Masing-masing berinisial J (10 tahun), A (9 tahun), Sv (12 tahun), N (8 tahun) dan termasuk S korban dari Desa Sukamantri Kecamatan Cisaat, serta As (9 tahun) dan R (8 tahun) korban dari Desa Cisaat, Kecamatan Cisaat.

Baca Juga : Bidang Agama, Al Haris Luncurkan Program Revitalisasi Ponpes

“Barang bukti yang diamankan adalah uang sebesar Rp 5.000 dari korban S. Modus pelaku adalah Mengajak korban ke rumahnya kemudian membujuk dengan iming-iming uang Rp 5.000 dan makanan atau permen,” tandas Sumarni. (tra)

Sumber: Sukabumiupdate.com

Pos terkait