Kronologi Oknum Polisi Tembak Anggota TNI Serta Warga Sipil di Cafe

  • Whatsapp
Polisi Tembak Anggota TNI
Pelaku penembakan di RM Cafe Cengkareng. Foto: Istimewa

Jambiseru.com – Oknum polisi tembak anggota TNI dan warga sipil. Oknum polisi itu diketahui bernama Cornelius Siahaan, berpangkat Bripka, ia menembak warga sipil dan seorang anggota TNI AD ketika mabuk di sebuah kafe.

Peristiwa itu terjadi di RM Cafe, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (25/2), pukul 04.30 WIB. Karena aksinya, dia ditetapkan sebagai tersangka, terancam dipecat dan penjara 15 tahun.

Bacaan Lainnya

Berita Jambiseru[dot]com LainnyaGibran Rakabuming Resmi Jadi Wali Kota Solo

Berikut beberapa fakta terkait penembakan itu :

Penembakan Bermula dari Tagihan Bill

Peristiwa penembakan ini bermula ketika Cornelius yang menolak membayar tagihan minumnya di RM Cafe. Tagihan itu mencapai Rp 3.335.000.

Ketika itu, petugas keamanan yang bernama Sinurat (diketahui sebagai anggota TNI AD) menegur Cornelius, sampai terjadi cekcok. Seketika itu, Cornelius yang mabuk mengeluarkan senjata api dan menembakannya ke arah Sinurat dan tiga pegawai kafe lainnya.

“Dalam kondisi mabuk, CS mengeluarkan senpi dan melakukan penembakan pada emap orang. Tiga meninggal dunia di TKP dan satu dirawat di rumah sakit,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus pada jumpa pers di Mapolda Metro Jaya.

Karena penembakan ini, Sinurat dan dua pegawai lainnya meninggal dunia dan satu pegawai menderita luka berat.

Ketika keluar gedung, Cornelius menenteng pistol dan membuat pengunjung lainnya berhamburan menyelamatkan diri.

Dijerat Pasal Pembunuhan dan Terancam Pecat

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, murka dengan perbuatan Cornelius yang tidak mencerminkan seorang anggota polisi. Dia memastikan Cornelius ditindak tegas.

Tak butuh lama, penyidik menetapkannya Cornelius menjadi tersangka dan langsung dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

“Saya ulangi kepada tersangka sudah diproses langsung pagi hari ini juga dan ditemukan 2 alat bukti, berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP sehingga pagi ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, kasus Pasal 338 KUHP,” ujar Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2021).

Tidak hanya itu, Fadil juga memastikan tersangka bakal dipecat dari anggota Polri. Cornelius diketahui adalah anggota Polsek Kalideres.

“Seiring dengan hal tersebut tersangka juga bakal akan proses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri,” kata Fadil.

Permintaan Maaf Kapolda Metro Jaya

Pos terkait