Pilgub Jambi, Djokas : PDIP Harus Jadi Pemimpin, Jangan Jadi Pengekor

  • Whatsapp
Djokas, Kader PDIP. Foto: Jambiseru.com
Djokas, Kader PDIP. Foto: Jambiseru.com

Pilgub Jambi, Djokas : PDIP Harus Jadi Pemimpin, Jangan Jadi Pengekor

JAMBISERU.COM – Sebagai partai pemenang Pileg Pilpres 2019, PDI P mestinya jadi salah satu penentu di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi. Djokas Siburian, Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Provinsi Jambi -organisasi sayap PDI P-, berharap partai ini jangan salah langkah.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Covid-19 di Merangin Nihil, Al Haris Apresiasi Semua Pihak

Malah, Djokas menegaskan agar PDIP menjaga marwah sebagai partai pemenang pemilu dan pemilik kursi terbanyak di DPRD Provinsi Jambi tersebut.

“PDI P harus jadi pemimpin atau leader, jangan sampai jadi pengekor atau pengikut di Pilgub Jambi. Kita harus menjaga marwah PDI P sebagai partai besar dan pemenang pemilu,” tegas Djokas, ditemui di salah satu tempat makan kawasan Mayang, Kamis (2/7/2020).

Menurut mantan Direktur Relawan Jokowi Provinsi Jambi ini, semestinya PDI P mengedepankan kader ketimbang orang di luar kader untuk diusung pada Pilgub Jambi nanti. Dengan begitu, PDI P akan tetap solid dan punya arah yang jelas di pilkada serentak secara nasional.

Tetapi, jika PDI P memilih di luar kader, ini malah bisa berbahaya.

“Kalau mendukung kader, di internal PDI P akan solid. Tapi kalau di luar kader, malah bisa jadi kacau,” tegas Djokas.

Djokas menyebut bahwa saat ini ada dua kader murni partai yang maju di bursa Pilgub Jambi. Yakni, Safrial MS (Bupati Tanjung Jabung Barat-Tanjabbar) dan Abdullah Sani (mantan Wali Kota Jambi).

Semestinya, kata Djokas, kalau tidak ke Abdullah Sani, PDIP menyerahkan dukungan ke Safrial MS.

“Intinya, PDIP harus mendukung kader. Terlepas apapun kepentingan individu di dalam tubuh PDI P Jambi,” tutupnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini surat rekomendasi dukungan PDI P untuk kandidat cagub/cawagub Jambi, belum juga dikeluarkan.

Ketua DPD PDI P Jambi, Edi Purwanto, makin galau karena harus memilih antara Safrial, Abdullah Sani atau orang di luar partai yang “terpaksa” harus dijadikan kader.

Baca Juga : Safrial Tokoh PDI P yang Menangkan Jokowi di Tanjabbar, Zulmi : Masak PDIP Tak Dukung?

Bagaimanapun, baik buruknya nasib PDI P di Jambi, kini di tangan Edi Purwanto, sang ketua. Apakah PDI P akan jadi pemimpin, pengekor atau malah jadi penonton? (tra)

Pos terkait