Oknum Polisi yang Diduga Piting Jurnalis saat Liput May Day Diperiksa

  • Whatsapp
brigjen-pol-dedi-prasetyo
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memperlihatkan bukti saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus meledaknya bom di Sibolga, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/3). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Jambi Seru – Karopenmas Devisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan oknum polisi yang diduga melakukan kekerasan terhadap jurnalis pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2019 di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (1/5/2019) sudah diperiksa.

BACA JUGA: TKN Sebut Ijtimak Ulama III Cuma Gerombolan Politik

“Ditangani Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Yang jelas, untuk anggota Polri yang diduga melakukan tindakan kekerasan sudah dimintai keterangan,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2019).

Dedi menerangkan, pihak Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Bandung juga sedang melakukan mediasi dengan Polda Jawa Barat pada hari ini.

“Hari ini prosesnya akan ditindak lanjuti bersama AJI dan dari temen-temen media di sana,” kata Dedi.

Ia menerangkna, dua jurnalis yang diduga menjadi korban kekerasan akan menjalani visum guna mengetahui ada tidaknya indikasi pelanggaran dan kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi.

Dedi kemudian meminta kepada jurnalis yang tergabung dalam AJI serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atau organisasi jurnalis lainnya untuk menggunakan identitas atau id pers saat melalukan peliputan.

Menurutnya, kekrasan yang terjadi kemarin di Bandung saat May Day, dua jurnalis tersebut menyerupai massa aksi.

“Kalau yang di Bandung itu karena identitas persnya itu tidak keliatan, menggunakan baju yang sama, warna yang gelap, jadi di saat terjadi chaos, kejadian seperti itu terulang kembali. Saya sudah peringatkan hari ini kordinasi dengan PWI dan AJI,” kata Dedi.

Diberitakan sebelumnya, dua jurnalis dikabarkan ditendang dan dinjak polisi saat meliput peringatan hari buruh internasional yang berpusat di Gedung Sate.

Dalam keterangan pers Reza dan Prima, sekitar pukul 11.30 WIB, keduanya berkeliling sekitar Gedung Sate untuk memantau kondisi pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate.

Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang didominasi berbaju hitam-hitam.

Reza dan Prima mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi.

BACA JUGA: KPUD Muarojambi Larang Wartawan Liput Pleno Tingkat Kabupaten, ID Card Diambil Paksa

Melihat kejadian tersebut, keduanya langsung membidikan moment tersebut dengan kamera. Setelah pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi. Menurut Reza polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung. (put)

Pos terkait

-------------------------

BACA CARA DAN TIPS DI SINI

-------------------------