Dugaan Pungli Terhadap Guru Sertifikasi di Kemenag Sungai Penuh

0
pungli
Ilustrasi Pungli. (ist)

JAMBISERU.OM, Sungai Penuh – Beberap minggu terakhir, Kementrian Agama Kota Sungai Penuh menjadi pembicaraan, terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) terhdap Guru Sertifikasi serta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kurikulum 13.

BACA JUGA: Pemkab Sarolangun Turunkan Baliho Fasha

Dari Informasi yang didapatkan, setiap guru yang merima sertifikasi diminta dana Rp 100 ribu per bulannya.

Bukan itu saja, guru peserta diklat Kurikulum 13 yang dilaksanakan di MAN 1 Kota Sungai Penuh pada tanggal 8 sampai 12 Juli 2019 lalu, info yang didapatkan setiap peserta diwajibkan membayar Rp 750 ribu untuk biaya Diklat tersebut.

Parahnya lagi, ada indikasi ancaman, dimana guru yang tidak ikut Diklat setifikasinya akan ditahan.

Menanggapi hal tersebut Kasi Pendis Padri ketika dihubungi membantah adanya hal tersebut, menurutnya pemotongan sertifikasi guru dan penahan settifikasi guru yang tidak ikut Diklat Kurikulum 13 tersebut hanya isu-isu aja.

“kami tidak pernah melakukan hal tersebut” ungkapnya.

BACA JUGA: Kemarau, Warga Nyuci dan Mandi ke Sungai Batang Bungo

Namun terkait pungutan Rp 750 ribu pada peserta Diklat, ia mengakui tidak tahu.

“Itu yang lebih tahu ketua KKG Afrisal,” ungkapnya. (put)

Loading Facebook Comments ...