Opini Musri Nauli : Aksara (1)

musri nauli
Musri Nauli. Foto : Istimewa

Oleh : Musri Nauli***

Jambi Seru – Ketika pecah Perang di Ukrania dan berhadapan dengan Rusia, Dunia kemudian dihebohkan dengan berbagai isu.

Sebagian menuduh Rusia kemudian “menganeksasi” negara yang berdaulat (Baca Negara Ukrania). Sedangkan sebagian lagi mendukung Rusia dengan alasan, Rusia memastikan keamanan dalam negeri.

Bacaan Lainnya

Dengan akan bergabungnya Ukrania-terlepas Ukrania sebagai negara berdaulat bebas memilih kepentingan luar negerinya-, Rusia akan khawatir, moncong senapan, senjata nuklir yang langsung diarahkan dari belakang negara Rusia. Mengingat Ukrania langsung berbatasan (bolder) dengan Rusia.

Apapun alasan yang digunakan, rasa khawatir Rusia terhadap Ancaman langsung dari belakang negaranya dapat dimengerti. Terlepas dengan tuduhan “aneksasi” Rusia terhadap negara yang berdaulat.

Namun yang menarik, Rusia kemudian menjadi trending topik selama 3 bulan. Dari sisi ekonomi, tentu saja berdampak terhadap ekonomi global dan Eropa.

Ancaman Rusia tidak main-main. Terhadap negara Eropa yang kemudian dianggap menjadi lawan politik Rusia, maka Rusia kemudian mengancam tidak akan memberikan sumber energinya ke negara Eropa. Polemik di negara Eropa kemudian tidak terhindarkan.

Namun dengan running dan menjadi trending topik Rusia dalam kancah Dunia, yang menarik selain Bahasa Rusia yang begitu berbeda dengan negara-negara Eropa, Rusia mempunyai aksara yang berbeda dengan aksara berbagai negara.

Dikutip dari Detail Mata Kuliah Bahasa Rusia Dasar, Program Studi S1 Reguler – Sastra Rusia, SAP Universitas Indonesia (2016) dan  Menampilkan Office dalam bahasa Inggris alih-alih bahasa Tionghoa atau Serbia, Microsoft Indonesia (2016), aksara Rusia dikenal dengan aksara Aksara Kiril atau aksara Sirilik atau azbuka (dari nama lama huruf-huruf pertamanya)

Menurut berbagai sumber, Aksara Rusia adalah sejenis aksara yang digunakan untuk menulis enam bahasa Slavia asli (Belarusia, Bulgaria, Makedonia, Rusia, Serbia, dan Ukraina) dan banyak bahasa-bahasa lainnya yang digunakan di Kaukasus, Asia Tengah, Eropa Timur, dan Asia Utara.

Aksara Kiril sendiri disusun oleh murid-murid Santo Sirilus dan Metodius di Kekaisaran Bulgaria pada masa pemerintahan Tsar Simeon. Aksara ini kemudian dinamakan aksara Kiril untuk menghormati guru mereka, Santo Sirilus. Salah satu penyusun aksara ini adalah Santo Kliment dari Ohrid yang menggunakannya untuk menuliskan bahasa Gereja Slavia Tua pada abad ke-10 Sejak saat itu, aksara ini mulai umum digunakan di beberapa wilayah Eropa Timur terutama di masyarakat yang beragama Kristen ortodoks. Dilihat dari bentuk hurufnya, alfabet Kiril banyak mendapat pengaruh dari alfabet Yunani.

Menurut saya, bangsa yang mempunyai aksara sendiri membuktikan sebagai bangsa yang agung. Berbagai negara mempunyai aksara sendiri. Baik Arab, Tiongkok, India, Jepang, Korea, Thailand adalah contoh-contoh negara yang mempunyai aksara sendiri. (*)

***Advokat. Tinggal di Jambi

Jambi Berita Terkini, Indonesia Terbaru, dan entertainment film yang tayang di web Jambiseru.com, juga tayang di medsos Jambi Seru.

Pos terkait

banner pln