Kasus DBD di Batanghari Meningkat

  • Whatsapp
Ilustrasi penderita DBD
Ilustrasi penderita DBD. (Ist)

Kasus DBD di Batanghari Meningkat

Jambi Seru, Muarabulian – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Batanghari mengalami  peningkatan di Tahun 2020, tepatnya di Bulan Januari dengan jumlah kasus DBD sebanyak 48 Kasus yang ditemukan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dr Elfie Yennie mengatakan, kasus ini meningkat jika di Bandingkan dengan Bulan Desember 2019, yang mana kasus DBD yang di temukan hanya ada 25 kasus.

Dijelaskan dr Elfie, kasus DBD sendiri banyak di derita oleh usia-usia Produktif. Di sini langkah dalam mengantisipasi kasus tersebut, pihak Dinkes telah membuka Kelompok Kerja Operasional (Pokjbokong) yang mana program ini di bentuk di setiap Kecamatan, dan juga program Pokjbokong ini dalam pembentukannya langsung dihadiri oleh Camat dan Lurah/Kepala Desa setempat.

“Dalam mencegah agar tidak terjadinya DBD Dinkes juga membuat program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Yang mana di setiap rumah akan di tunjuk satu perwakilan untuk menjadi Jumantik. Dan untuk DBD ini sendiri ada 3 tingkatan diantaranya, Demam Dengue, demam berdarah dengue dan yang paling berbahaya yang menyebabkan kematian adalah Demam Dengue Shock Syndrome,” ungkapnya, Jum’at (28/02).

Lanjut dr Elfie, dalam mengatasi DBD ini, untuk melakukan fogging bukanlah cara efektif untuk mengatasi DBD secara habis, karena fogging hanya dapat menewaskan nyamuk dewasa, jadi masyarakat di himbau untuk melakukan pembersihan lingkungan dengan cara 3 M plus yaitu menutup tempat penampung air, menguras bak mandi atau tempat penampungan air lainnya dan mengubur atau mendaur ulang barang bekas. (riz)

Pos terkait