Guru-guru Dilarang Kasih PR ke Anak Murid, Ini Kata Ganjar Pranowo

  • Whatsapp
Ilustrasi tes darah untuk mengetahui pasien terinfeksi virus corona (coronavirus) atau tidak. (Shutterstock)
Ilustrasi tes darah untuk mengetahui pasien terinfeksi virus corona (coronavirus) atau tidak. (Shutterstock)

Guru-guru Dilarang Kasih PR ke Anak Murid, Ini Kata Ganjar Pranowo

Jambiseru.com – Program darurat corona pemerintah, yakni #dirumahaja, membuat siswa atau murid-murid terpaksa belajar di rumah. Namun, kebanyakan murid dijejali pekerjaan rumah (PR) yang banyak dari para guru. Karena itu, guru-guru dilarang mengasih PR ke murid.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Pangeran yang Pernah Berkunjung ke Jambi ini Terjangkit Corona

Kebijakan ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, beberapa hari lalu.

Menurut Ganjar, dengan dirumahkannya murid-murid sekolah, mestinya dimanfaatkan oleh guru-guru untuk mensosialisasikan betapa ganasnya virus COVID-19. Bukan malah membuat murid stress dengan banyaknya PR yang diberikan.

“Tolong jangan kasih PR banyak-banyak, klenger dia. Kasih aja tugas pendidikan tentang corona,”

Sambung Ganjar, materi corona yang disampaikan guru, bisa dalam bentuk; apa itu corona, bagaimana itu corona, bagaimana keluarga, bagaimana gizi dan bagaimana olahraga anak-anak murid.

Ganjar mengaku banyak menerima laporan dari para murid, bahwasanya, sejak home schooling, mereka malah dijejali PR-PR yang menggunung.

“Belum selesai satu PR, muncul PR lain lagi. Sehingga murid-murid tambah stress,” tutur Ganjar Pranowo.

Berikut video terkait larangan guru memberi PR kepada murid selama darurat corona :

Terpisah, Bupati Merangin Al Haris, menyatakan bahwa ide Ganjar Pranowo itu sangat baik. Namun, perlu dipertimbangkan hal-hal lain terkait materi Home Schooling selama darurat corona.

“Mungkin bukan larangan ngasih PR, bisa tetap ngasih tugas tapi terkait materi pengenalan dan kewaspadaan virus corona. Begitu barangkali,” ungkap Al Haris.

(san)

Baca Juga : Darurat Corona, Anda Ditagih Leasing atau Bank? Tunjukkan Video Ini Atau Lapor Polisi

Pos terkait