Tak Terima Pacar Minta Berhenti Saat Berhubungan Intim, Yi Cangkul Kepala Pacar Hingga Tewas

0
ilustrasi-mesum
Ilustrasi Mesum. (ist)

JAMBISERU.COM – Terjadi lagi kasus pembunuhan.  Yi (19) nekat membunuh pacarnya saat sang pacar minta berhenti setelah semenit berhubungan intim layaknya pasangan suami istri.

BACA JUGA : Nekat Curi Pistol Polisi Pauh, Pelaku Tewas Ditembak di Kumpeh

Diketahui korban DS (14), masih duduk di bangku SMP.

Yi membunuh secara sadis dengan mencangkul sang kekasih.

Tidak sampai di sana saja, setelah sang kekasih tidak sadarkan diri, Yi kemudian meruda paksa mayat sang kekasih.

Kesal lantaran ogah meneruskan hubungan layaknya suami istri dengan sang pacar, cewek SMP ini dihajar dan dibunuh oleh sang pacar yang terpaut usia 5 tahun lebih tua darinya.

Mayat dari pacarnya sendiri lalu disetubuhi.

Dua sejoli yang sedang dimabuk asmara ini lalu masuk ke dalam gubuk, kemudian Yogi mengajak pacarnya yang masih SMP itu untuk berhubungan layaknya suami istri.

Namun baru satu menit berlangsung, ceweknya langsung menghentikan aksi itu, yang membuat Yogi kesal dan kalap.

Mungkin sudah sampai di ubun-ubun, aksi persetubuhan Yogi malah dihentikan di tengah jalan.

Baru satu menit berhubungan badan, pacarnya malah minta stop dan berontak lalu kabur.

Yogi lalu mengambil pacul dan mengejar pacarnya DS (14) hingga akhirnya tewas.

Mayat DS ditemukan di sebuah gubuk milik Tumiran (49).

Mulanya Tumiran kaget, setelah melihat seorang gadis tergeletak di depan gubuknya dengan rambut tergerai dan masih basah darah.

Jam menunjukkan pukul 09.45 WIB, Minggu (18/8/2019) itu sedianya Tumiran bergegas untuk mengambil gerobak sorong untuk memanen ubi dari kebun.

Ia balik kanan dan menuju ke Jalan Mindal Chevron untuk mencari tumpangan menuju rumah Ketua RT, membawa kabar kematian yang baru saja dilihatnya.

“Saya melihat ada sesosok tubuh perempuan tergeletak dan tidak bergerak.

Di bagian kepalanya terlihat darah mengucur,” aku Tumiran, Senin (19/8/2019).

Tak sampai 20 menit Tumiran tiba di rumah Ketua RT Lamidi.

Keduanya memutuskan balik ke gubuk dan menguhubungi Polsek Kendis.

Sekitar pukul 10.25 WIB, Kepala SPK Polsek Kandis bersama petugas piket tiba menemui Tumiran dan ketua RT lalu mengamankan lokasi.

Mereka berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Siak.

Yogi alias Dilan saat polisi menggelar press release .

20 Jam Sebelumnya

Yi (19) menikmati hiburan rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-74 Indonesia di SP 4 Flamboyan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, dikutip dari Pos-kupang.com Sabtu (17/8/2019).

Lokasi hiburan rakyat berbatasan dengan Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Tak sekadar menonton, buruh warga Dusun Palapa Pondok 2, Kampung Bekalar, Kecamatan Kandis, ini menjual ponsel Vivo Y91 milik kekasihnya DS (14) kepada temannya.

Yogi Pratama mengenal kekasihnya itu dengan akun Dilan saat chatting di Facebook.

Kurang lebih seminggu ia berpacaran dengan kekasihnya yang terpaut 5 tahun itu.

Dari sana ia kembali ke Kecamatan Kandis dan berhenti untuk menyeduh kopi di pos security di Kamp Bekalar.

Beberapa jam sebelumnya, tepat pukul 13.00 WIB, Yogi Pratama mengendarai Yamaha Vixion merah tiba di rumah sang kekasih di Kampung Libo Jaya, Kandis.

Muda-mudi yang dimabuk asmara ini berboncengan, berkeliling menikmati suasana Kecamatan Kandis.

Sebelum azan Asar, Yogi Pratama membelokkan motornya ke sebuah gubuk di Mindal, Kelurahan Simpang Belutu.

Itulah gubuk milik Tumiran yang beratapkan seng, dindingnya terbuat dari kayu yang kusam dimakan jamur.

Di sekelilingnya berdiri kokoh sejumlah pohon kelapa sawit, yang pelepahnya menggantung.

Tanpa permisi keduanya masuk ke dalam gubuk, karena memang tidak dihuni.

Yogi Pratama mulai merayu kekasihnya untuk berhubungan badan.

Baru satu menit berhubungan, DS berontak dan kabur dari gubuk.

Ia lari memburunya lalu mengambil cangkul di lokasi.

Emosi Yogi Pratama memuncak lalu memukulkan cangkul dua kali ke kepala dan dua kali ke punggung kekasihnya yang masih di bawah umur itu.

DS tersungkur lalu tubuhnya dibalikkan.

Yogi Pratama mencekiknya untuk memastikan korban meninggal lalu kembali menyetubuhinya.

13 Jam Kemudian

Setelah penemuan mayat gadis di gubuk Tumiran, tim Opsnal Polres Siak dan personel Polsek Kandis pimpinan Ipda M Fadillah dan Iptu Arpandi serta Wakapolsek Polsek Kandis Iptu Yani Marjoni mencari informasi.

Orang yang dicurigai dan paling bertanggung jawab atas terbunuhnya DS didapat polisi 13 jam kemudian.

Tim bergerak menangkap Yogi Pratama di rumahnya di Dusun Palapa Pondok 2, Kampung Bekalar, pukul 22.30 WIB.

Ia digiring ke Polsek Kandis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan sementara pelaku sakit hati karena korban menolak diajak berhubungan badan.

“Motif pelaku diduga kesal sakit hati kepada korban karena tidak mau diajak berhubungan badan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Siak AKP M Rizal Ramzani.

Barang bukti yang diamankan berupa 1 buah cangkul, 1 unit sepeda motor Yamaha Vixon dan 1 unit Handphone Vivo Y91.

Satu Menit Saja

Lima hari setelah pembunuhan itu, Yogi Pratama dihadirkan dalam rilis perkara di Polres Siak.

Wakil Kapolres Siak Kompol Abdullah Hariri menjelaskan pelaku sempat berhubungan badan satu menit, setelah itu DS menolak dan kabur.

“Korban berupaya kabur dan pelaku ini kesal, lalu mengambil cangkul dan memukul korban,” terang Kompol Abdullah Hariri di depan wartawan, Kamis (22/8/2019).

Menurut Hariri, penangkapan Yogi Pratama setelah tim menyelidiki penemuan mayat DS, kekasihnya, di depan gubuk Turiman di Mindal, Kelurahan Simpang Belutu.

“Mayat korban ditemukan di sebuah gubuk.

Ketika korban menolak korban langsung lari dari gubuk itu.

Tapi pelaku ini memukul korban dengan cangkul,” terang dia.

“Posisi korban yang telungkup dibalikkan menjadi telentang, kemudian pelaku mencekik korban untuk memastikan korban meninggal,” Hariri menambahkan.

Penyidik menjerat Yogi Pratama pasal berlapis, yakni pencurian dengan kekerasan dan Undang-Undang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Yogi Pratama disangka karena memaksa DS yang masih di bawah umur untuk melakukan persetubuhan dan juga kekerasan yang menyebabkan kekasihnya itu meninggal.

BACA JUGA : Video Mesum Vina Garut, Polisi Lakukan Audit Forensik 

Setelah itu ia menguasai harta korban berupa ponsel Vivo Y91 lalu menjualnya saat nonton hiburan rakyat di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. (ndy)

Loading Facebook Comments ...