Modus Bahas Pelajaran, Tiga Pasang Oknum Guru dan Siswi Bersetubuh di Ruang Kelas

  • Whatsapp
Ilustrasi. (ist)
Ilustrasi. (ist)

JAMBISERU.COM – EDAN! Tiga Guru dan Tiga Siswi SMP Berzina Sama-sama, Mesum di Kelas hingga di Semak-semak. Tiga guru yang mengajar di SMP Negeri di Kabupaten Serang, Banten, ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

BACA JUGAGeledah Asrama Mahasiswa Papua, Polisi Temukan Tas Bercorak Bintang Kejora

Muat Lebih

loading...

Mereka yang berinisial OH, DD, dan AS merayu tiga siswi untuk berhubungan intim.

Dikutip dari Pos-kupang.com ironisnya hubungan intim tersebut dilakukan di lingkungan sekolah seperti ruang kelas, laboratorium komputer, dan semak-semak di belakang sekolah.

Hubungan intim tersebut dilakukan sejak November 2018 hingga Maret 2019.

Ketiga guru itu melakukan hubungan intim setelah jam pulang sekolah dan waktu istirahat.

DD adalah orang pertama yang merayu siswinya.

Ia mengajar pelajaran IPS dan tercatat sebagai PNS.

Kemudian perbuatan tersebut disusul oleh OH yang merupakan guru honorer Seni Budaya.

Terakhir, AS yang berstatus guru honorer Bimbingan Penyuluhan (BP).

Ketiganya menyetubuhi masing-masing siswi lebih dari satu kali.

Bahkan, mereka pernah melakukan hubungan intim di satu tempat yang sama.

Salah satu korban mengaku diajak kedua temannya untuk masuk ke dalam ruangan laboratorium.

Di ruangan tersebut, ketiga guru itu sudah menunggu.

Awalnya mereka pura-pura membahas pelajaran kemudian satu siswi diajak oleh guru untuk melakukan hubungan intim.

Begitu pula dengan pasangan guru dan siswi lainnya.

Korban yang awalnya diajak temannya itu awalnya menolak namun ia dipaksa dengan cara ditarik tangannya.

Pakaian dalam korban juga dibuka paksa oleh pelaku.

Setelah kejadian, korban melarikan diri dari laboratorium komputer.

Ketiga guru tersebut diketahui sudah memiliki istri dan masing-masing sudah dikaruniai dua anak.

Pelaku pertama, DD mengaku awalnya ia dan korban sering berkomunikasi melalui WhatsApp.

Setelah itu, siswi tersebut menjadi lebih sering curhat soal kehidupan pribadinya.

Akhirnya terjadi perbuatan asusila dengan modus berpacaran.

Akibat hubungan intim yang dilakukan tersangka OH, salah satu siswi hamil 21 minggu.

Orangtua korban yang mengetahui anaknya hamil karena perbuatan OH langsung melaporkannya ke polisi.

Kemudian, orangtua siswi lainnya ikut melaporkan pelaku yang lain.

Ketiganya terancam hukuman penjara 20 tahun.

Mereka dijerat dengan Pasal 81 ayat 1,2, dan 3 UU Perlindungan Anak.

OH, DD, dan AS mendapat ancaman hukuman lebih berat karena ketiganya merupakan tenaga pendidik.

Apabila ketiganya dijatuhi hukuman penjara 15 tahun maka bisa bertambah 1/3 atau 5 tahun dari ancaman hukuman pidana awal.

Atas kejadian tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membuka suara.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mendorong agar kepala sekolah dan jajaran manajemen sekolah dikenai sanksi.
Ia menilai sekoah telah lalai menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Seperti yang diketahui, hubungan intim tersebut terjadi di lingkungan sekolah dan dilakukan oleh oknum guru.

“KPAI mendorong Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang untuk melakukan evaluasi terhadap Kepala Sekolah dan Manajemen disekolah tersebut, agar ada pembelajaran dan efek jera bagi semuasekolah,” kata Retno Listyarti dalam keterangannya, Minggu (23/6/2019).

Retno Listyarti mengatakan pengawasan pihak sekolah lemah sehingga oknum guru dapat leluasa melakukan perbuatan asusila di lingkungan sekolah.

BACA JUGAViral Video Warga Tebo Panjat Tiang Perbaiki Bendera yang Nyangkut

“Bahkan, kalau orangtua korban tidak melapor, perbuatan ketiga guru ini tidak akan terbongkar,” kata Retno. (ndy)