Usai Berhubungan Badan, Wanita Penjaga Warung Ini Dibunuh dan Ditelanjangi

Ilustrasi hubungan seks. (shutterstock)
Ilustrasi hubungan seks. (shutterstock)

JAMBISERU.COM – Seorang wanita penjaga warung di Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) ditemukan tewas tanpa busana.

BACA JUGADuar! Bom Meledak di Mapolrestabes Medan

Wanita itu tewas setelah mengajak berhubungan badan seorang pembeli.

Jasad wanita bernama Tumarni ditemukan di dalam warung yang terletak di Desa Wanarejen Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Bahkan, jasad korban Tumarni  sudah banyak dihinggapi oleh serangga.

Polisi saat ini sudah menetapkan satu keluarga sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Darmawan, menuturkan pelaku sempat ditawari berhubungan badan saat berkunjung ke warung.

“Karena perselisihan usai berhubungan badan, pelaku menghabisi nyawa korban di tempat ia berhubungan badan,” tuturnya, dikutip dari laman Pos-kupang.com, Senin (11/11/2019).

Merujuk pada kasus itu, AKBP Kristanto menjelaskan, pelaku dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 12 tahun.

“Untuk istri siri dan anak pelaku masih dilakukan pemeriksaan intensif karena mereka punya peran berbeda dalam kasus ini,” tambahnya.

Ditangkap di Jakarta

Seorang tersangka berhasil diringkus di Jakarta pada Minggu (10/11/2019) di sekitar Pasar Senen.

Menurut Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Darmawan, pelaku tidak hanya satu orang.

Namun, sebanyak 3 orang yakni suami, istri dan anaknya.

“Pelaku ada tiga orang dan mereka merupakan satu keluarga, ketiganya punya peran masing-masing,” paparnya melalui sambungan telepon, Senin (11/11/2019).

Diterangkan AKBP Kristanto, anak dan Istri pelaku diamankan petugas Sabtu (9/11/2019) di wilayah Kabupaten Pekalongan.

“Dari informasi anak dan istri siri pelaku, petugas bergerak ke Jakarta,” jelasnya.

Peran Para Pelaku

Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Darmawan pelaku yang merupakan satu keluarga ini memiliki peran masing-masing dalam kasus kematian seorang wanita penjaga warung di Pemalang.

Menurut AKBP Kristanto, sang eksekutor merupakan kepala keluarga berinisial IR.

“Sementara Istri pelaku berinisial C melucuti pakaian korban, serta membuang barang bukti,” ucapnya.

Tak hanya Istri pelaku, menurut Kapolres Pemalang, anak pelaku berinisial OW ikut dalam tindak kriminal itu.

“Anak pelaku menjual telepon genggam korban usai kejadian, uangnya untuk membiayai pelaku berangkat ke Jakarta,” katanya.

Mengutip sumber yang sama, sebuah warung kayu yang dipasang garis Polisi seolah menjadi magnet bagi mereka.

Pengguna jalan yang melintas di jalur lingkar Pemalang selalu menoleh ke sisi kiri.

Warung itu merupakan lokasi ditemukan jenazah wanitatanpa busana, Rabu (6/11/2019) lalu.

Meski terlihat kecil, namun di dalam warung kayu berwarna putih itu terdapat satu kamar selain ruang untuk berdagang.

Menurut Sani (25) penjaga warung yang ada di sekitar lokasi, tempat ditemukannya jenazah Tumarni yang akrab di sapa “Mbak Rini” hanya buka saat malam hari.

“Memang warung yang dijaga Mbak Rini bukanya malam hari,” jelasnya, Kamis (7/11/2019) sore.

Disinyalir Warung Remang-remang

Kendaraan pribadi banyak yang mampir kalau warung itu buka.

“Ya kalau aktivitas di dalamnya saya kurang tahu, yang jelas setiap buka banyak mobil pribadi mampir,” kata Sani melanjutkan.

Ia juga menuturkan, pencahayaan di warung kurang terang.

“Jadi terkesan remang remang kalau warungnya buka, entah disengaja lampu dibuat seperti itu atau tidak saya kurang paham,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Pemalang, Wahyu Sukarno, saat dihubungi lewat sambungan telepon, menjelaskan, di lokasi penemuan jenazah acap kali digunakan untuk praktik prostitusi.

BACA JUGALecehkan Mahasiswi, Abdi Dalem Keraton Jogja Juga Bicara Mesum

“Bahkan Satpol PP Kabupaten Pemalang beberapa kali melakukan penertiban, namun mereka tetap membuka praktik seperti itu. Tidak hanya satu warung bahkan ada beberapa,” ucapnya. (*)

Loading Facebook Comments ...