Herman Efendi Bantah Nyatakan Sikap Dukung CE

herman
Herman Efendi dan Heri S Mohza (Taboy). Foto: Kajanglako.com

JAMBISERU.COM, Merangin – Kabar Herman Efendi menyatakan sikap dukung Cek Endra (CE) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi viral di sosial media. Namun hal itu dibantah langsung Herman Efendi.

BACA JUGA: PN Jambi Eksekusi Bangunan Rumah dan Kios

Dikutip dari Kajanglako.com, Ketua DPRD Merangin itu mengatakan tidak ada perkataan yang menyatakan dirinya mendukung CE untuk Pilgub Jambi 2020.

“Tidak ada kata mendukung, tidak ada kata saya mari dukung CE, kalau minta mendoakan itu wajar saja,” kata Bang Fendi, sapaan akrabnya, Rabu (9/10/2019).

Herman Efendi mengatakan, dari pernyataannya tadi malam, Selasa (8/10), tidak ada kata-kata yang menentukan dukungannya terhadap salah satu calon pad Pilgub 2020.

“Dari kata sambutannya sudah jelas, andaikan ada pemberitaan yang memberikan dan judulnya Herman Efendi memberikan dukungan tolong dikroscek dari kata sambutan saya, ada atau tidak kata-kata saya yang mengatakan mendukung,” tegasnya.

Kalau untuk dukungan Pilgub sudah jelas bahwa dukungan menunggu keputusan DPP, dan sejauh ini DPP belum menentukan arah dukungan ke salah satu kandidat.

“Siapa pun nanti kader partai Golkar yang diberikan dukungan oleh DPP itulah tonggak kami, itulah payung kami nanti. Tadi malam saya hanya mengucapkan doa, wajar saya selaku kader senior mengucapkan doa supaya pak CE diberikan kemudahan untuk ikut penjaringan calon Gubernur, hanya itu saja,” kata Fendi.

Hal ini juga ditegaskan Sekretaris DPD Golkar Merangin, Heri S Mohza, yang juga ada dalam acara tersebut. Dia mengatakan bahwa silaturahmi tersebut tidak sampai ke arah dukungan.

“Kita tidak sampai ke tahap dukung mendukung, kami juga tidak berani mendahului ketetapan partai,” kata pria yang akrab disapa Taboy ini.

Taboy juga menjelaskan bahwa Partai Golkar mempunyai indikator dalam menentukan arah dukungan di Pilkada yakni dengan hasil survey.

BACA JUGA: Sudah Ajukan Konsep, Demokrat Siapkan AHY jadi Menteri Jokowi

“Jadi kita hanya silaturahmi dengan kader Golkar, kalau ada kader Golkar yang mau maju (Pilgub) bersilaturahmi dengan kader Golkar silakan. Menyangkut siapa nanti, partai punya tradisi, punya budaya, punya adat, punya aturan yang mengatur tentang itu, selama ini indikator utama adalah hasil survey, siapaun hasil surveinya lebih baik tentu akan dapat porsi yang lebih dari partai. Setelah partai menentukan wajib hukumnya kepengurusan partai dari semua tingkatan mematuhi itu,” terang Taboy. (*)

Loading Facebook Comments ...