Muktamar NU Lampung 2021: Dukungan Menguat ke Gus Yahya

Muktamar NU Lampung 2021
Gus Yahya. (Ist)

Jambiseru.com – Pada muktamar NU di Lampung 2021, dukungan mulai menguat ke KH Yahya Cholil Staquf atau dikenal sebagai Gus Yahya. Dukungan itu dari Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Muhammad Aqil Irham mengatakan Gus Yahya, sosok pas memimpin NU.

“Gus Yahya juga sosok yang paling pas untuk memimpin NU dengan gagasan-gagasannya yang sangat penting,” kata Aqil di Jakarta, dilansir laman Suara.com (media partner Jambiseru.com).

Baca Juga : Muktamar NU Diwarnai Saling Lapor Polisi

Bacaan Lainnya

Salah satu gagasan Gus Yahya adalah men-transformasi konstruksi organisasi NU ke depan untuk optimalisasi di dalam mengaktualisasikan semua potensi-potensi yang dimiliki NU.

“Hal itu dipastikan akan berimplikasi positif baik bagi internal NU sendiri maupun bagi bangsa dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Selain itu, Gus Yahya dinilai mampu mengomunikasikan isu-isu internasional dalam perspektif ke-NU-an, seperti isu perdamaian, kemanusiaan, dialog antaragama, HAM, dan demokrasi.

Gagasan mendasar Gus Yahya tersebut perlu didukung seluruh kader NU.

“Dengan terpilihnya Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU, maka gagasan-gagasan strategis tersebut tentu akan lebih mudah terimplementasikan dengan baik,” katanya.

Gagasan Gus Yahya tersebut, sejalan dengan pemikiran KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam membangun organisasi sekaligus mengoptimalkan peran gerakan dalam menghasilkan kemanfaatan.

“Dulu Gus Dur membangun gagasan-gagasan, dan menciptakan gerakan. Selain membawa perubahan mendasar dalam kehidupan kita sebagai warga NU, Gus Dur juga berhasil menggunakan dan mengkapitalisasi gerakan untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang ada,” ujarnya.

Sejarah Singkat Mutakamar NU

Lalu, Muktamar NU berapa tahun sekali diselenggarakan? Muktamar NU ini diselenggarakan setiap 5 tahun sekali. Itu artinya, muktamar NU yang akan datang diadakan lagi pada tahun 2026.

Dilansir laman nu.or.id, muktamar NU pertama kali diselenggarakan di Surabaya pada 21 Oktober 1926. Muktamar ini tak lama setelah NU berdiri dan tetap terselenggara di kota tersebut sampai muktamar ketiga.

Di tahun-tahun berikut, muktamar secara berurutan semakin ke barat, mulai ke Semarang (1929), Pekalongan (1930), Cirebon (1931), Bandung (1932), dan Jakarta (1933) yang kemudian pindah ke Banyuwangi (1934). Selanjutnya secara acak.

Pos terkait