Heboh, Video Mesum Diduga Oknum Kepala Desa Beredar di Medsos

  • Whatsapp
Ilustrasi video mesum. (Ist)
Ilustrasi video mesum. (Ist)

Heboh, Video Mesum Diduga Oknum Kepala Desa Beredar di Medsos

JAMBISERU.COM – Video pornografi yang diduga melibatkan salah seorang oknum kepala desa di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), sempat beredar di media sosial (Medsos).

Muat Lebih

loading...

BACA JUGAHantam Innova, Pengendara Mio Tewas di Rimbo Bujang

Video mesum yang berdurasi 1 menit 3 detik tersebut membuat heboh netizen di dunia maya. Nampak dalam video yang tersekat dalam dua layar itu, diduga oknum kepala desa melakukan Video Call dengan seorang perempuan yang tanpa mengenakan pakaian (bugil) sedang asyik memainkan alat vitalnya.

Sementara itu, oknum kepala desa tersebut dengan tidak mengenakan baju sedang asyik menikmati keindahan tubuh lawan videocallnya dengan mengekpresikan mimik yang tidak patut.

Oknum kades tersebut menampik jika dirinya melakukan perzinahan atau persetubuhan. Tetapi ia tidak menampik kalau melakukan video call dengan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya.

Oknum kades tersebut juga tidak mengetahui siapa yang merekam video percakapannya dan menyebarkannya. “Setelah video call tersebut perempuan itu menelpon dan meminta sejumlah uang, jika tidak diberi video tersebut akan disebarkan,” ungkapnya, dikutip dari laman Matakalteng.com.

Diduga lantaran tidak diberi sejumlah uang, tiba-tiba video tersebut beredar, awalnya ke salah satu temannya, kemudian ke keluarga dan ada yang mengupload video tersebut ke Facebook “Namun yang di Facebook sudah di hapus dan yang pertama menyebarkan namanya Dewi,” bebernya.

Atas peristiwa tersebut oknum kades langsung membuat laporan ke Polsek Arsel, pada Kamis 16 Januari 2020 lalu atas tindakan pencemaran nama baik. Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Arut Selatan (Arsel) AKP Rendra Aditya Dani, membenarkan perihal laporan tersebut.

BACA JUGA : Wabah Virus Corona Semakin Mengkhawatirkan, Gejalanya Mirip Pneumonia!

“Ada. Mengadu dan klarifikasi waktu itu bahwa yang bersangkutan merasa dicemarkan nama baiknya. Yang bersangkutan tidak merasa melakukannya, dan tiba-tiba ada orang yang mencoba melakukan pemerasan,” ujar kapolsek. (*)