Biduan ‘Gangbang’ Tunjukkan 4 Tempat Syuting Video Dewasa

  • Whatsapp
vina
VA (menggunakan masker) saat dihadirkan polisi ke kamar yang dijadikan tempat perekaman video 'wikwik gangbang'. (Foto: Hakim Ghani/detikcom)

JAMBISERU.COM – Perempuan inisial VA (19), biduan dangdut tersangka kasus video ‘wikwik gangbang’, menunjukkan empat tempat perekaman gambar adegan asusilanya kepada tim Polres Garut yang menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Semua tempat syuting video bokeh itu berada di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

BACA JUGA: Ibu Kota Negara Pindah ke Kalimantan Timur, Ini Dua Daerah Kandidat Kuatnya

Bacaan Lainnya

Proses olah TKP berlangsung di sejumlah lokasi kawasan wisata Cipanas, Tarogong Kaler, Garut, Kamis (22/8/2019). Mulanya, VA dan polisi mendatangi salah satu kamar penginapan yang dijadikan tempat syuting ‘wikwik gangbang’.

“Di kamar ini,” ujar VA.

Di lokasi tersebut, VA dan polisi bertahan sekitar 30 menit. Setelah itu, VA menunjukkan kembali penginapan lain yang pernah jadi tempat merekam video bokeh.

Ada empat penginapan yang didatangi polisi di wilayah Cipanas. Termasuk tempat VA merekam video asusila bersama tersangka WL.

Sepanjang olah TKP, VA didampingi didampingi kuasa hukum. VA tampil berkerudung hitam, kemeja putih, serta celana panjang hitam. Ia juga menggunakan penutup wajah.

Polisi menyita barang bukti berupa ponsel dari tersangka kasus video ‘wikwik gangbang’. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, pada ponsel milik pria bos salon, A alias Rayya (31), itu ditemukan sejumlah video bokeh yang disimpan dalam akun Google Drive.

“Kami temukan ada 10 video bokeh di ponsel tersangka,” ujar Budi.

Budi mengungkapkan, dari 10 video tersebut, ditemukan 7 video gangbang. Tiga lainnya bukan.

Motif ekonomi menjadi salah satu faktor VA melakoni layanan wikwik komersial. Ia juga mengaku dijual oleh mantan suaminya, A alias Rayya (31).

BACA JUGA: Luna Maya Tersanjung Dinobatkan Jadi Ratu Horor Indonesia

Rayya menjual VA kepada pria lain seharga Rp 700 ribu untuk durasi tiga jam, dan Rp 400 ribu untuk satu jam. Berkaitan kasus ‘wikwik gangbang’, VA dijual seharga Rp 700 ribu kepada dua lelaki lain yang ada dalam video tersebut. (put)

Pos terkait