Dampingi Siswa di Olimpiade Sains, Oknum Guru Honorer Malah Cabuli Siswi SMP di Hotel

Ilustrasi. (ist)
Ilustrasi. (ist)

Dampingi Siswa di Olimpiade Sains, Oknum Guru Honorer Malah Cabuli Siswi SMP di Hotel

JAMBISERU.COM – Seorang oknum guru SMP di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat,  LM (32), tega memanfaatkan kesempatan menjadi pendamping siswa di olimpiade sains untuk melakukan aksi bejatnya.

BACA JUGA : Aktivis Anti Korupsi Terancam Dibunuh, Ditreskrimum Polda Jambi: Tunggu Rilis

Ia diduga mencabuli siswanya, WD, di sebuah kamar hotel.

Aksi bejat LM terkuak setelah korbannya yang dibawa menginap di sebuah hotel mengadu ke kakaknya.

“Kami sudah menetapkan LM sebagai tersangka dan sekarang ditahan di Mapolres Pesisir Selatan,” kata Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, AKP Allan Budi Kusuma, dikutip dari laman Pos-kupang.com, Kamis (12/12/2019).
Pencabulan ini berawal saat korban mengikuti Olimpiade Sains yang diadakan Dinas Pendidikan Pesisir Selatan pada Sabtu (7/12/2019) di Painan. Karena lokasi sekolah yang berada di Kecamatan Sutera dan cukup jauh dari Painan, WD harus berangkat pada Jumat (6/12/2019).
“Saat itu korban berangkat bersama LM dari Sutera ke Painan. Sebelum tiba di Painan, korban diajak singgah di objek wisata Pantai Sri Dano, Kecamatan Batang Kapas,” kata Allan.

Selain dibawa jalan-jalan ke pantai, korban juga dibelikan jam tangan oleh tersangka di pasar.

Kemudian, tersangka mengajak korban menginap di hotel.

“Nah, saat di hotel sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka mendatangi kamar korban dan kemudian melakukan tindakan pencabulan,” kata Allan.

Setelah mendapatkan laporan dari keluarga, polisi kemudian menangkap tersangka pada Selasa (10/12/2019).

“Tersangka dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar,” kata Allan.

WD kini mengalami trauma akibat kasus pencabulan tersebut.

Siswi kelas 2 SMP negeri di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat itu juga tidak berani datang ke sekolah untuk belajar.

“Dia mengalami trauma. Informasi terakhir dia juga tidak masuk sekolah. Mungkin karena takut,” kata Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan AKP Allan Budi Kusuma.

Allan mengatakan, kendati masih mengalami trauma dan tidak masuk sekolah, WD masih tercatat sebagai siswa di SMP itu.

“Masih sekolah di SMP itu, cuma belum masuk sekolah saja,” kata Allan.

LM (32) yang saat ini ditetapkan menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap siswinya hanyalah seorang guru honorer.

“Yang bersangkutan hanyalah guru honorer. Kalau dia guru PNS, kita ambil tindakan. Saat ini, kita menunggu perkembangan kasusnya di kepolisian,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Suhendri, Kamis (12/12/2019).

Kendati hanya guru honorer, namun Suhendri mengaku kejadian itu telah mencoreng dunia pendidikan di Pesisir Selatan.

“Kita akan minta sekolah memperketat pengawasan. Kalau muridnya yang bertanding perempuan maka guru yang mendampingi perempuan pula. Jangan sampai terulang kembali kejadian memalukan itu,” kata Suhendri.

Suhendri mengatakan pihaknya menyerahkan proses hukum kepada kepolisian dan menghormati keputusan nantinya.

BACA JUGA : Cabuli Anak Tiri di Dapur, Seorang Warga Pamenang Ditangkap

“Sekarang oknum guru itu sudah ditahan. Kita tunggu saja hasil proses hukumnya,” kata Suhendri. (*)

Loading Facebook Comments ...