Soal Celana Cingkrang, Wapres Ma’ruf: Cara Berpikir yang Harus Dibetulkan

Maruf Amin. (Suara.com/Arga)
Maruf Amin. (Suara.com/Arga)

JAMBISERU.COM – Wakil Presiden Maruf Amin meminta masyarakat Indonesia untuk bersatu dan menghilangkan cara berpikir dan berperilaku yang intoleran serta radikal. Hal ini perlu dilakukan untuk mencapai visi Indonesia Maju.

BACA JUGA: Kasus Fitnah Video Porno, Hotman Paris Ogah Maafkan Andar

“Hilangkan hambatan-hambatan termasuk perpecahan, radikalisme dan intoleransi. Itu kerikil-kerikil yang bisa menghambat tercapainya Indonesia Maju,” kata Ma’ruf dalam sambutannya saat meresmikan Rumah Sakit Syubbanul Wathon di Magelang, Jawa Tengah, Kamis.

Ma’ruf kemudian menyinggung wacana larangan penggunaan atribut keagamaan, seperti cadar dan celana sepanjang atas mata kaki atau cingkrang. Menurutnya cara berpakaian itu bukan menunjukkan sikap radikal atau intoleran.

Ia menegaskan bahwa radikalisme dan intoleransi tercermin dari cara berpikir dan berperilaku, bukan pada bagaimana cara orang berpakaian.

“Sekarang lagi ramai soal intoleransi, soal celana cingkrang. Tapi sebenarnya, radikalisme dan intoleransi itu adalah cara berpikir yang harus dibetulkan, cara perilaku dan cara bertindak yang harus diubah,” tegasnya.

Oleh karena itu, untuk dapat mewujudkan cita-cita sebagai negara maju, masyarakat harus dapat mengubah pikiran, perilaku dan tindakan radikal dan intoleran, yang dapat menjadi hambatan mencapai visi Indonesia Maju.

Wapres mengibaratkan visi Indonesia Maju sebagai sebuah pesawat yang harus diterbangkan. Untuk itu, saat ini yang harus dilakukan Pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama adalah dengan mempersiapkan landasan untuk lepas landas.

BACA JUGA: Lola Zieta Akui Panseksual, Pilih dengan Cewek Ketimbang Deddy Corbuzier

“Supaya kita cepat melakukan take-off, maka harus dibuat landasan yang kuat. Kerikil dan becek itu harus dihilangkan. Kalau tidak kita bersihkan kerikil dan becek itu, maka kita tidak mungkin tinggal landas,” ujarnya. (Antara)

Loading Facebook Comments ...