Siang Hari Keluar Rumah Pakai Senter, 1 Warga Kumpeh Wafat Akibat Sesak Nafas

0
langit merah
Langit merah Kekuning-kuningan selimuti desa Pulau Mentaro siang hari. Foto: Uda/Jambiseru.com

JAMBISERU.COM, Sengeti – Desa Mekar Sari, Kecamatan Kumpeh memerah layaknya dikepung api. Suasana siang hari pun layaknya seperti malam hari. Bahkan, saat keluar rumah pun warga harus memakai senter.

BACA JUGA: Video Mencekam! Langit Merah Siang Hari di Muaro Jambi Akibat Asap Karhutla

“Parah nian. Siang lah macam malam bae, padahal hari baru jam 1 siang. Kalu kini merah seperti dikelilingi api. Kalau keluar rumah kami pakai senter,” kata Kudus seorang warga Desa Mekar Sari, Sabtu (21/9/2019).

Dikatakan Kudus, kondisi ini baru kali ini terjadi. Abu beterbangan, gelap dan Jarak pandang berkurang. Ia pun tak tahu apakah ini fenomena alam atau karena kebakaran hutan yang terjadi.

“Ayam dan burung pun dakdo yang beterbangan. Kalau di dalam rumah kami hidupkan lampu semua karena gelap,” jelasnya.

Video Mencekam! Langit Merah Siang Hari di Muaro Jambi Akibat Asap Karhutla

Lebih lanjut, Kudus menerangkan bahwa, hari ini, Sabtu (21/9/2019) salah satu warga di desa itu ada yang meninggal dunia sekitar pukul 09.00 wib, akibat penyakit sesak nafas. Kata dia, dikarenakan gelapnya pada siang hari, warga terpaksa menggunakan penerangan dari genset saat menguburkan jenazah itu.

BACA JUGA: Langit Merah Kekuning-kuningan Selimuti Desa Pulau Mentaro Siang Hari

“Namonyo Hanifah, umur sekitar 50 tahun, Warga RT 6 Desa Mekar Sari. Sakitnya tu kian parah seminggu belakangan ini karena kabut asap, hingga akhirnyo meninggal. Saat prosesi pemakaman kami pakai genset karena memang gelap dan suasananya seperti malam hari,” tandasnya.(uda)

Loading Facebook Comments ...