CSR PT SGN Belum Jelas, Warga Pertanyakan Niat Baik Pabrik

Pabrik PT SGN di Bunga Antoi Merangin-Jambi. Foto: Jambiseru.com
Pabrik PT SGN di Bunga Antoi Merangin-Jambi. Foto: Jambiseru.com

JAMBISERU.COM, Merangin – Meski sudah beroperasi selama tiga tahun, namun, PT Sumber Guna Nabati (SGN) di Desa Bunga Antoi Kabupaten Merangin, hingga kini masih belum mengeluarkan secara rutin dana sosial kemasyarakatan atau corporate social responsibility (CSR).

BACA JUGATokoh Sungaipenuh Sepakat Hadang Dinasti AJB

Kepala Desa Bunga Antoi, Sumardi, mengaku bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan perihal CSR dari pabrik sawit itu. Kalaupun ada, paling sebatas bantuan-bantuan ringan.

“Misal pas lebaran atau pas lagi bikin posyandu, pabrik bantu seng. Itu saja,” ungkap Sumardi kepada Jambiseru.com, Selasa (13/8/2019).

Sementara, bantuan tetap dari pabrik semisal bidang kesehatan atau pendidikan atau yang lain, hingga kini belum ada. Padahal, setiap perusahaan, wajib mengeluarkan CSR sebagai bentuk kepedulian dengan lingkungan setempat.

“Itu kan memang ada aturan soal CSR. Sampai sekarang belum jelas CSR dari Sugun (sebutan PT SGN),” tegasnya.

Sementara, beberapa waktu lalu, Bupati Merangin, Al Haris, menegaskan akan memanggil seluruh manajemen pabrik-pabrik sawit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Merangin. Pertemuan nanti akan membahas soal CSR dan dampak lingkungan akibat keberadaan pabrik tersebut.

“Semua pengusaha sawit akan kita kumpulkan. Kalau ada yang melanggar aturan semisal mencemarkan lingkungan atau CSR tidak dikeluarkan, akan kita tutup sementara pabrik mereka,” tegas Haris, sebelum berangkat menunaikan ibadah haji beberapa pekan lalu.
Menurutnya, jika keberadaan pabrik malah mencemarkan lingkungan atau merugikan masyarakat sekitar, lebih baik ditutup atau dipindahkan saja dari bumi Merangin.

BACA JUGAGathering Menteri, Susi Pudjiastuti Juara Makan Kerupuk

“Lingkungan tak bisa dibuat main-main. Dan soal ini kan wewenang pemerindah daerah. Kalau terbukti mencemarkan lingkungan, ya, kita tutup sementara dan izinnya kita tinjau ulang,” tutupnya. (dap)

Loading Facebook Comments ...