Kejari akan Periksa Disbunnak, Terkait Kematian Kambing Bantuan Pemkab

  • Whatsapp
Kasi Intel Kejari Muaro Jambi
Kasi Intel Kejari Muaro Jambi, Novan Harpanta. Foto: Uda/Jambiseru.com

JAMBISERU.COM, Sengeti – Matinya Kambing bantuan dari dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Muarojambi, menjadi perhatian serius Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi. Dalam waktu dekat ini Kejari bakal memeriksa pihak Disbunnak.

BACA JUGA: Marak Seks Menyimpang di Lapas, Napi LGBT Bakal Diisolasi

Bacaan Lainnya

Kasi Intel Kejari Muaro Jambi, Novan Harpanta mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait masalah ini. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil instansi terkait atau pihak terkait, untuk menggali keterangan atas kasus tersebut.

“Kita akan full data dan full baket (bahan keterangan). Kita masih atur waktunya. Kita panggil untuk dimintai keterangan,” sebut Novan, Jumat (12/7/2019).

Untuk diketahui, pemerintah Kabupaten Muarojambi, melalui Disbunnak menggelontorkan bantuan kambing pada Tahun Anggaran 2017 lalu. Sebanyak 40 ekor kambing diberikan kepada masyarakat.

Kepala Disbunnak Muaro Jambi, Zulkarnain, ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa bantuan ternak kambing yang diberikan pada 2017 lalu ada yang mati. Namun, jumlahnya tidak sampai 40 ekor.

“Memang ada yang mati, tapi cuman 10 ekor. Kalau dak salah di Desa Kedotan,” kata Zulkarnain, Kamis (11/7/2019).

Zul menjelaskan bahwa, program pengadaan kambing pada dua tahun yang lalu disalurkan di empat desa. Masing-masing desa penerima adalah Desa Pulau Mentaro, Desa Maro Pijoan, Desa Talang Belido dan Desa Kedotan.

“Jumlah pengadaannya memang 40 ekor, masing-masing desa mendapat 10 ekor. Jadi yang mati itu di Desa Kedotan,” ujarnya.

Zul menyebut penyebab kematian kambing bantuan di Desa Kedotan karena salah urus. Kambing bantuan dilepas liarkan para penerima sehingga kambing mengalami kurang gizi. Dampak kekurangan gizi itu mengakibatkan kambing bantuan menjadi kurus dan akhirnya mati.

“Ternak kambing itu juga kebanyakan dikasih rumput, makanya jadi kurang gizi. Harusnya dikasih makan daun-daunan. Karena didaunan banyak mengandung obat-obatan,” sebut Zulkarnain berkilah.

BACA JUGA: Berkas Perkara Wanita Pembawa Anjing ke Masjid Sudah di Kejaksaan

Zul menerangkan bahwa, untuk di Desa Kedotan akhir akhir ini sering terkena banjir, sehingga peternak kesulitan mengambil rumput hijauan pakan. Padahal, ternak kambing setiap harinya memerlukan LK 96 jenis daun-daunan, agar dapat berkembang dengan sehat.(uda)

Pos terkait