Covid-19 Bikin Usaha Jual Beli Motor di Tebo Tejerit

Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Covid-19 Bikin Usaha Jual Beli Motor di Tebo Tejerit

JAMBISERU.COM – Selama masa pendemi Covid-19 ini mulai merontokkan sendi-sendi perekonomian masyarakat Kabupaten Tebo. Salah satu dampaknya sangat dirasakan oleh para pengusaha yang bergerak dijual beli sepeda motor yang mulai menjerit karena nyaris tidak ada penjualan.

Baca Juga : Sepasang Suami Istri Warga Kelurahan Teratai Dinyatakan Positf Covid 19

Bacaan Lainnya

Sidiq kepala cabang main dealer Yamaha Panca Motor Tebo mengatakan selema pendemi Covid-19 ini, omset penjualan dealer yang dipimpinnya anjlok.

“Hancur-hancuranlah pokoknya selama Corona ni, dulu sebelum Corona dalam sebulan kita mampu menjual 50 unit sepeda motor dalam sebulan, tapi semenjak Corona ni dalam sebulan motor kita hanya laku 5 sampai 8 unit sudah hebat,”tutur Sidiq saat dikonfirmasi.

Dijelaskannya salah satu yang semakin membuat sepinya jual beli tersebut dikarenakan banyak perusahaan pembiayaan atau leasing yang selektif membiayai kredit sepeda motor yang diajukannya.

Related Post : Anda Masih Diburu Debt Collector Leasing Motor-Mobil? Cepat Urus Ini Supaya Dapat Keringanan Lanjutan

“Pihak leasing sekarang sangat selektif untuk pembiayaan kredit motor, bahkan ada beberapa leasing yang sekarang ini sudah tidak melayani kredit motor lagi efek Corona ni, itu yang membuat semakin hancurnya omset penjualan kami yang sekarang hanya bertahan diangka 10% dari omset normal,”keluhnya.

Terkait penurunan omset tersebut ternyata tidak hanya dikeluhkan oleh pihak maindealer saja, tapi juga sangat dirasakan oleh pedagang motor bekas di Tebo. Riko pemilik showroom motor bekas Rifko Motor menyebutkan selema pendemi Covid-19 ini, omset penjualannya terjun bebas.

“Hancur dan terjun bebas omset penjualan selama Corona ni, biasanya sebulan bisa jual sampai 80 unit lebih, bulan kemarin saja motor kita hanya laku 9 unit, artinya hanya tinggal 10% saja omsetnya,”sebut Riko sembari menyebutkan salah satu kendala anjloknya penjualan sama dengan pihak maindealer yaitu sangat selektifnya pihak leasing dalam memberikan pembiayaan kredit motor.

Baca Juga : Pasien Positif Bertambah 19 Orang, 5 Kontak Pasien 152 Tenaga Adm RSUD Raden Mattaher 

“Sangat selektif nian leasing sekarang ni, benar memang ada perusahaan leasing yang sudah tidak menerima pengajuan kredit lagi, kami cuma berharap semoga perekonomian bisa pulih kembali setelah dihantam badai Corona ni, jadi pasaran motor di Tebo ni kembali bergairah,”tutupnya. (Yan)

JAMBI SERU NEWS NETWORK

Portal Jambi Seru : 1. Sepak Bola / Football - 2. Selebriti / Celebrity - 3. Lirik Lagu / Song Lyrics - 4. Film / Movie - 5. Teknologi / Technology - 6. Batanghari - 7. Merangin - 8. Muaro Jambi - 9. Tungkal  10. Tebo - 11. Kerinci - Sungai Penuh Network : 1. Jambi - 2. Jambi Flash  - 3. Koran Jambi - 4. Angso Duo - 5. Thehok 6. Seru TV7.

-----

Pos terkait

banner pln